1000 Kado untuk Anak Indonesia

Komunitas Kampung Dongeng

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Kampung Dongeng (Kado) didirikan oleh Awam Prakoso pada tahun 2009 di Ibu Kota Indonesia, Jakarta. Namun tak hanya berhenti di Jakarta, karena Kampung Dongeng ini lahir dengan misi membangun 1000 Kampung Dongeng di seluruh tanah air. Dan hingga hari ini, sudah ada 88 titik yang terbentuk dari Aceh sampai Jayapura. Kampung Dongeng hadir di Sulawesi Selatan, Makassar tiga tahun kemudian. Tepatnya di tahun 2011.

Di awal berdiri, Awam hanya sendiri. Namun seiring waktu, Kampung Dongeng sering melakukan pelatihan-pelatihan untuk membentuk kader dan relawan dongeng. Seiring berjalannya waktu, maka semakin banyaklah anggotanya tak terkecuali di Makassar pun demikian.

“Di awal saya bergabung pun demikian. Dengan mengikuti pelatihan-pelatihan dari Kampung Dongeng pusat, Jakarta. Kemudian menjadi pengisi cerita dunia dongeng di sebuah stasiun radio di Makassar selama tiga tahun,” kenang Rahma, salah seorang relawan Kampung Dongeng Makassar.

Layaknya sebuah jalan, yang tak selamanya lurus dan mulus, begitu juga yang dialami Kampung Dongeng Makassar. Memasuki tahun ketiga, Kampung Dongeng Makassar akhirnya vakum.

Vakumnya Kampung Dongeng Makassar disebabkan padatnya aktivitas para relawannya yang didominisasi oleh beberapa guru TK. “Seiring berjalanannya waktu, karena kerjaan yang juga membutuhkan konsentrasi, serta relawannya dari kaum ibu-ibu yang tiap akhir pekan harus menjalankan tugas seorang ibu rumah tangga, maka perlahan-lahan, satu per satu dari mereka mundur,” ungkap Rahma yang juga merupakan guru di salah satu TK swasta.

Memasuki tahun 2016, Kampung Dongeng Makassar kembali bangkit dan berbenah. Kembali memberikan kepada siapa saja yang ingin menjadi relawan, tak terkecuali kaum muda mudi. Sehingga saat ini sudah memiliki enam tim relawan yang bergabung dan aktif.

“Bersama beberapa relawan yang mulai mau bergabung, akhirnya kami mencoba terus untuk bergerak kembali menceritakan anak-anak melalui dongeng-dongeng kami. Baik itu di hari minggu yang khusus dipilih ataupun menghadiri undangan-undangan. Bahkan kami sekarang sudah bekerjasama dengan pihak perpustakaan kota Makassar dalam dongeng keliling sekolah bersama mobil perpusling (perpustakaan keliling),” jelas Rahma.

Di sini, sambung Rahma, mungkin Kampung Dongeng Makassar butuh sosok-sosok relawan yang betul-betul sangat peduli dengan anak-anak. Lebih dari pada pedulinya seorang guru di sekolah. Namun mampu memberikan kreasinya untuk semua anak-anak tak terkecuali.

Media Berimajinasi

Rahma mengatakan, dongeng bisa menjadi media bagi anak untuk berimajinasi belajar tentang nilai kebaikan, mengenal budaya, mengembangkan kemampuan berbahasa, kreativitas dan pikiran, cerdas emosional, membangun empati dan minat baca serta melatih daya ingat anak.

Hal itu juga yang membuat Rahma tertarik untuk bergabung dengan Kampung Dongeng Makassar. “Saya bergabung karena memang dasarnya senang dengan anak-anak. Senang dengarnya kalau mereka tertawa lepas dan senang jika diakhir cerita, mereka merasakan sesuatu yang mampu membangkitkan perasaan mereka yang kemudian akan menginspirasi pikiran dan tindakan mereka di kemudian hari,” jelas Rahma.

Oleh sebab itu, misi 1000 Kampung Dongeng di seluruh Indonesia dirancang bukanlah tanpa tujuan. Awam, yang merupakan aktor utama lahirnya Kampung Dongeng menyisipkan mimpi besar dibalik misi 1000 Kampung Dongeng di Indonesia yaitu, ingin mengajak banyak orang yang tertarik untuk bergabung sehingga lebih banyak lagi anak-anak Indonesia yang bisa dijangkau.

“Lebih banyak lagi anak-anak yang mendengarkan dongeng. Karena dengan mendengarkan dongeng, kita bisa menanamkan karakter-karakter yang baik yang dapat dicontoh dan ditiru. Tanpa anak merasa digurui atau dipaksa mengikuti suatu aturan,” jawab Rahma saat ditanya tujuan dari misi 1000 Kampung Dongeng di Indonesia oleh FAJAR PENDIDIKAN yang menghubunginya melalui whatsapp.

“Karena mendidik anak itu bukan hanya urusan satu keluarga saja, tapi juga urusan satu kampung. Dengan keberadaan  kampung dongeng di setiap wilayah, maka dapat pula menjadi wahana wisata edukasi dan imijinasi yang sangat bermanfaat untuk anak-anak,” tambahnya.

Kegiatan Kado

“Kegiatan sejak dibentuk adalah memberikan wisata imajinasi kepada anak-anak melalui dongeng dan cerita. Mulai dari jadwal bulanan, mendongeng keliling di taman-taman kota Makassar sampai mengisi dongeng di acara atau kegiatan sekolah. Serta bekerjasama dengan beberapa instansi baik pemerintah maupun swasta untuk melakukan roadshow dongeng ke berbagai sekolah, rumah sakit bahkan ke panti-panti asuhan,” paparnya.

Di hari minggu yang telah ditentukan, relawan Kampung Dongeng Makassar biasanya turun ke perkumpulan anak-anak yang ada di TPA atau taman-taman bermain di lingkungan kota Makassar. “Kegiatan rutin biasanya kami memberikan aktivitas senam, berkreasi draf atau baca buku bersama dan ditutup dengan dongeng ceria dari kakak-kakak relawan dongeng,” jelasnya.

Dongeng yang diceritakan bermacam-macam. “Biasanya anak-anak senangnya model fabel.  Namun tak menutup kemungkinan dongeng-dongeng dari cerita nusantara juga sering kami tampilkan, seperti Nenek Pakande, Timun Mas, Putri Tandan Palik, Bawang Merah-Bawang Putih. Kadang pula kami tampil dengan panggung boneka atau kami menggunakan boneka tangan dengan gaya vertilog,” tuturnya.

“Alhamdulillah. Kampung dongeng sudah mulai dikenal di beberapa sekolah-sekolah. Baik TK atau SD dan TPA. Dan relawan kami juga tiap bulan sudah memiliki jadwal dongeng ceria di berbagai tempat di kota Makassar. Meski kami akui, kami masih kekurangan relawan. Sehingga akun sosial media kami kurang aktif karena tidak mampu menjangkau semua hal. Semoga kedepannya kami akan lebih banyak memiliki relawan dongeng yang peduli dengan anak-anak,” ungkapnya.

Meski sudah mulai dikenal, Rahma mengatakan Kampung Dongeng Makassar untuk saat ini tidak menargetkan berapa sekolah yang harus dikunjungi. Para relawan pada saat ini lebih menargetkan berapa taman di kota makassar ini yang harus dikunjungi agar semua anak bisa ceria bersama.

“Karena jika dongeng di sekolah, mungkin mengena langsung ke anak-anak. Tapi kalau di taman-taman kota, yang mendengarkan dongeng bukan hanya anak dan guru, namun orang tua dan yang lainnya juga bisa mendengarkan. Secara tidak langsung, akan memberikan dampak kepada mereka,” bebernya.

“Kami sangat mengharapkan dongeng-dongeng itu didapatkan anak-anak bukan hanya dari relawan dongeng saja. Namun lebih baik lagi jika orang tua sendiri memiliki waktu khusus buat anak mereka,” katanya.

“Harapan saya, semoga kedepan lebih banyak lagi relawan-relawan dongeng yang bergabung dan misi 1000 kampung dongeng terwujud. Pemerintah dan swasta lebih banyak lagi yang mau berkolaborasi bersama dalam membangun anak-anak penerus bangsa ini,” pungkasnya.

Hingga saat ini, Kampung Dongeng Makassar sudah memiliki dua titik kampung dongeng. Kampung Dongeng Lontara dan kampung Dongeng Mardhati. Rahma sendiri diberikan kepercayaan menjadi koordinator Kampung Dongeng Lontara.

 

Reporter: Ibhel