Dinamika

Berlantai Tanah, Siswa Harus Siram Lantai Kelas Sebelum Belajar

390
0

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Keterbatasan anggaran menjadi kendala pembangunan Madrasah Aliyah (MA) Darud Da’wah Wal-Irsyad (DDI) Mallari, desa Mallari, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Sulsel. Akibatnya, siswa MA DDI Mallari harus belajar di ruang kelas yang berlantai tanah dan berdebu.

“Berlantai tanah dua ruangan, yang lainnya berdebu, jadi siswa kami na siram-siram air pada waktu pagi supaya abunya tidak terbang,”ungkap Kepala MA DDI Mallari, Mahyuddin, kepada fajarpendidikan.co.id, Sabtu (11/2/2017).

Mahyuddin tidak tinggal diam dengan keterbatasan anggaran yang dialami sekolah yang dipimpinnya itu. Seadanya, Ia mengupayakan pembangunan gedung sekolah dengan berbagai upaya halal.

“Terpaksa semennya dibeli per sak dan diojek secara gratis (pribadi),”ujarnya.

Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan menyurutkan semangat turut serta dalam memajukan pendidikan di tanah air, khususnya di sekolah yang dipimpinnya. “Demi untuk mencerdaskan anak bangsa,” tegasnya.

Meski tetap semangat, ia juga mengaku sangat prihatin melihat putra bangsa belajar dengan kondisi ruang kelas yang masih jauh dari kata layak. Bahkan bisa membahayakan kesehatan.

Sekadar untuk diketahui, MA DDI Mallari berjarak sekitar 12 kilometer arah utara ibu kota kabupaten, Watampone.

 
Penulis: Abustan

Komentar

St. Umrah saat menyampaikan capaian BPJS Kesehatan Cabang Watampone, Selasa (22/8)
Daerah
Kesadaran Peserta Bayar Iuran BPJS Kesehatan Masih Rendah, Begini Upaya Edukasinya
IMG_1677
Dinamika
BNN Bone Gelar Diseminasi Informasi P4GN di MTSN Pompanua
813e9774-0adb-4bda-b96e-a1fb89a26c93
Daerah
Permantap Kesiapan, SMKN 1 Gelar Simulasi UNBK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.