Fokus

Ini isi Surat Kemdikbud Perihal Pemblokiran Sementara Bantuan Untuk Sulsel

1385
1

Surat Gubernur Sulsel bernomor 420/0417/Diknas tentang Penataan Layanan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus. Dikirim ke Menteri Dalam Negeri RI dengan harapan memberitahukan kepada Mendikbud agar senantiasa berkoordinsi ke pemerintah daerah di tiap kunjungannya. (Foto: /IST)

fajarpendidikan.co.id – Polemik antara Dinas Pendidikan Sulsel dan Kemdikbud semakin “memanas”. Hal itu setelah beredarnya surat dari Kemdikbud perihal penangguhan bantuan fisik maupun non-fisik untuk Sulawesi Selatan. (Baca beritanya di siniKemdikbud Blokir Bantuan Dana Untuk Sulsel)

Surat bernomor 0337/A1.1/PR/2017 tanggal 8 Februari 2017 yang dikirim Inspektorat Jenderal kemendikbud tersebut dikirm langsung kepada pimpinan Unit Utama Kemendikbud. Meski tidak ditujukan langsung ke Pemprov Sulsel, Dinas Pendidikan Sulsel, merasa gerah akan surat yang tersebar itu.

Surat ini dibuat sebagai tindak lanjut atas Surat Gubernur Sulsel  bernomor 420/0417/Diknas tentang Penataan Layanan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, tanggal 24 Januari 2017. Di mana, Pemprov Sulsel berharap kepada Menteri Dalam Negeri RI menyampaiakan kepada Mendikbud agar senantiasa berkoordinasi di setiap kunjungannya ke daerah.

Sementara itu, adapun beberapa poin dalam isi surat Kemdikbud sebagai tanggapan atas surat Gubernur Sulsel tentang bantuan untuk Sulsel, sebagai berikut:

  1. Sebagaimana tertuang dalam Pasal 16 (1) UU No.23 Tahun 2015, pemerintah pusat dalam menyelenggarakan urusan pemeritahan konkuren berwenang untuk; a) Menetapkan norma, standar, prosedur, dan kriteria penyelenggaraan urusan pemerintahan; b) Fungsi pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan urusan pemerintahan yang jadi kewenangan daerah.
  2. Berdasarkan kewenangan tersebut, Kemendikbud berfungsi pengawasan dan pembinaan pendidikan di daerah.
  3. Sesuai UU No.20 Tahun 2003 tentang Sikdiknas, Kemendikbud bertugas mengelola sistem pendidikan nasional di Indonesia.
  4. Kementerian Pendidikan bersama pemerintah daerah, juga berkewajiban mendanai pelaksanaan pengelolaan pendidikan di Indonesia. Dana fungsi pendidikan diamanatkan oleh undang-undang sebesar minimal 20% dari dana APBN setiap tahunnya.
  5. Setiap koordinasi, pengawasan, dan pengelolaan dana fungsi pendidikan di bawah Kemendikbud bersama Kementerian Keuangan.
  6. Dana fungsi pendidikan ini, disalurkan melalui APBN dan dana transfer daerah. Peruntukan dana pendidikan melalui transfer daerah adalah untuk pendanaan BOS (Bantuan Operasional Sekolah), tunjangan profesi guru PNSD, tunjangan tambahan penghasilan untuk guru dan tunjangan khusus untuk guru, pendanaan BOP untuk PAUD. Selain itu, dialokasikan pula Dana Alokasi Khusus Fisik diperuntukkan bagi pembangunan dan perbaikan sarana dan prasarana di sekolah serta pengadaan peralatan.
  7. Menanggapi surat tersebut, Kemendikbud perlu melakukan blokir sementara bantuan berupa fisik dan non fisik untuk sekolah menengah di Sulsel yang dianggarkan melalui belanja pusat, sampai ada kesepakatan tentang mekanisme kerja sama pengelolaan pendidikan menengah antara Kemendikbud dengan Pemerintah Provinsi Sulsel.

 

Penulis: Syachrul Arsyad

Komentar

Tabloid Fajar Pendidikan Edisi 261 [16-28 Februari 2017]
Fokus
Cegah Penyalahgunaan Narkoba Lewat Pendidikan
Fajar Pendidikan
Fokus
Editorial Tabloid Fajar Pendidikan Edisi 280: Angin Segar untuk Guru Honorer
Illustrasi
Fokus
Roadshow Duta Baca Pelajar: Ajak Generasi Muda Melek Literasi

Comments

  • edisam says:

    mohon maaf, bapak-bapak kami pemerhati pendidikan, idealnya setiap proposal yang kepsek urus langsung tidak salah bagi kami rakyat kecil, cuma dalam proposal itu di bawah tanda tangan kepsek kepala dinas pendidikan provinsi mengetahui……………..bantuan langsung itu bagus……….karna langsung dinikmati guru,degituan siswa, setelah selesai pembangunan laporan pembangunan di buatkan laporan juga mengetahui kadis provinsi sulawesi selatan…………begitu yang selama ini berlangsun g antara kepsek sma dan kepsek smk bila mendapatkan bantuan dari pusat, kadis kabupaten yang bertanda tangan……..jadi mohon maaf bapak-bapak…….

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.