Fokus

Kemdikbud Blokir Bantuan Dana Untuk Sulsel

462
0

surat dari Kemdikbud tanggal 8 Februari 2017 bernomor: 0337/A1.1/PK/2017 tentang bantuan untuk Sulawesi Selatan. Di mana salah satu poinnya tentang pemblokiran sementara dana bantuan fisik dan non-fisik untuk Sulsel. (Foto: /IST)

fajarpendidikan.co.id – Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Sulsel berselisih paham. Hubungan antara keduanya sedang merenggang. Buntutnya adalah dengan beredarnya surat dari Kemdikbud tanggal 8 Februari 2017 bernomor: 0337/A1.1/PK/2017 tentang bantuan untuk Sulawesi Selatan.

Salah satu poin dari isi surat tersebut menyatakan penangguhan dana bantuan dari pusat, seperti dana BOS, tunjangan profesional, bantuan sarana dan prasarana terhadap jenjang pendidikan menengah di Sulsel.

Polemik ini diawali dari ketersinggungan Pemprov Sulsel, dalam hal ini Dinas Pendidikan Sulsel perihal dua kali kunjungan Kemendikbud ke Sulsel pada November 2016 lalu dan Januari 2017. Di mana kunjungan tersebut tanpa koordinasi kepada Pemprov Sulsel.

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel telah mengirimkan surat protes itu langsung ke Kemdikbud sejak November 2016 lalu. Pihak pemprov Sulsel pun melakukan hal yang sama di mana meminta Mendikbud agar tidak berkunjung maupun memberikan bantuan langsung ke sekolah tanpa pemberitahuan tanpa koordinasi ke Dinas Pendidikan Sulsel.

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo, menegaskan,  surat tentang kedatangan menteri (Mendikbud) tidak pernah sampai ke Pemprov Sulsel. “Silakan cek semua tata usaha yang ada di pemprov, dan ini sudah kedua kalinya,” ungkapnya.

Irman menyayangkan sikap Mendikbud tersebut. Ia menilai tindakan tersebut berlebihan. “Kalau benar diblokir (bantuan dananya), apa hubungannya dengan masalah surat (protes) kami (ke kemdikbud),” sesalnya. (*)

Penulis: Syachrul Arsyad

Komentar

Para siswa dan guru memadati lapangan di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel. Lokasi yang dijadikan pusat perayaan Hardiknas Tingkat Sulsel 2017.
Fokus
Peringatan Hardiknas Diwarnai Penyerahan Penghargaan
Koordinator Humas Panlok Makassar (kanan) dan Wakil Koordinator Humas (Kiri) saat melakukan jumpa pers
Fokus
Pendaftar SBMPTN Membeludak
Buku berjudul "Danny Pomanto, Anak Guru Jadi Wali Kota" yang ditulis Bachtiar Adnan Kusuma.
Fokus
Melalui Buku, Kisah Danny Pomanto Diharap Jadi Inspirasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.