Nasional

Bahaya! Rayakan Ulang Tahun, Siswi Ini jadi Buta, Ini Penyebabnya

784
0
Momen ulang tahun yang berakhir tragis. Foto: Ist

Momen ulang tahun yang berakhir tragis. Foto: Ist

Bone, Sulsel — Hari kelahiran menjadi momen berharga bagi kebanyakan orang. Tak sedikit merayakannya secara berlebihan dan terkesan tak mendidik.

Hal itu seperti peristiwa yang disebut diunggah oleh akun Polres Tebing Tinggi dilansir fajarpendidikan.co.id dilaman republikonline.net, Jum’at (3/3).

Di postingan itu menyebutkan, seorang siswa mengalami kebutaan lantaran dikerjai temannya saat perayaan ulang tahun yang berlebihan. Berikut keterangannya:

Selamat sore mitra humas Polres Tebing Tinggi, admin akan memberikan Sekedar info:

“Ada anak sekolah Ulang Tahun (ultah), terus kebiasaan anak-anak itu kan suka nyeplokin telor busuk. Tolong jangan dikasi, soalnya ada kejadian siswa yang diceplokin telor, kebetulan kena matanya, namun setelah dibersihkan siswa tersebut tidak bisa melihat, sudah dibawa ke 4 dokter mata, infonya kornea matanya harus diangkat karena bakteri dari telor busuk tersebut merusak kornea mata. Hati-hati dan waspada ya adek-adek. Untuk bapak ibu ingatkan murid-muridnya”

Ternyata, bakteri yang ada di telur disebutkan merusak kornea mata si siswa, dikarenakan telur yang diceplokkan ke kepala adalah telur busuk. Hingga kini, masih mencari tahu informasi ini.

Foto-foto perayaan ulang tahun yang tak terpuji tersebut diunggah pada hari Minggu (15/8) pukul 11.07.

Dalam foto tersebut tampak seorang siswi yang masih menggunakan seragam pramuka diikat di sebuah tiang.

Siswi yang sedang berulang tahun itu lantas dikerjai dengan kejam oleh teman-temannya.

Kepala siswi tersebut dipegang, kemudian wajah dan mulutnya dilempari telur.

Ia pun tak bisa melawan karena kedua tangannya dalam kondisi terikat.

Siswi tersebut hanya bisa menunduk dan menangis ketika ia dikerjai dengan begitu tak terpuji oleh teman-temannya sendiri.

Bukannya merasa bersalah atas perlakuannya, teman-teman remaja yang ulang tahun itu malah menganggap mereka sukses merayakan ulang tahun karena sampai bisa membuat remaja perempuan yang ulang tahun itu sampai menangis.

Hal itu diposting dalam halaman Fanspage Meme Comic Indonesia, membuat netizen geram.

Pasalnya, bukannya diberi hal positif yang mendidik, remaja yang ulang tahun malah diperlakukan tak layak.

Sontak ulah para remaja yang tidak terpuji itu pun dihujat oleh netizen.

Netizen menyayangkan tindakan para remaja yang sering berlebihan dan tak mendidik.

“Selamat! Anda telah mendapatkam titel “Kebodohan tingkat lanjut” apakah anda ingin meng-upgrade ke tingkat yang lebih tinggi?,” tulis Rizael Shiba Yotsuba.

Welcome To Indonesia. Di mana yang berulang tahun di perlakukan seperti maling Ayam,” tulis Meme Comic Indonesia dalam statusnya.

“Haruskah melakukan hal sebodoh ini kepada yang beulang tahun…. dari sejarah mana ketika ulang tahun harus dgn cara seperti ini, ini sudah sangat berlebihan dan orang yang telah brbuat sepertui itu senang di atas penderitaan orang lain, apakah memang harus sepertu itu,  kalau menyambut hari kelahiran bisa dengan syukuran dan doa bukan dngan cara yang bodoh seperti ini,” tulis Panji Setiaji.

“Pelajar macam apa kalian ini tindakannya sangat kurang ajar pemperlakukan wanita seperti ini lebih baik melakukan hal positif berbagi bersama di jalan yang nggak mubazir, balas dendam akan membawa dampak buruk bagi pelaku,” tulis Rahmat Budiana.

Postingan perayaan ulang tahun yang keterlaluan dan tidak mendidik itu pun menjadi viral beberapa waktu lalu.

Penulis: Abustan

Komentar

Delegasi Indonesia yang berhasil menyabet tujuh medali di ajang International Earth Science Olympiad (IESO) ke-11 yang diselenggarakan di Centre International de Valbonne, Cote d’Azur, Perancis.
Nasional
Pelajar Indonesia Sabet 7 Medali di IESO 2017
Kemenpora Siap Laksanakan 4 Program Prioritas
Nasional
Kemenpora Siap Laksanakan 4 Program Prioritas
[5:11 AM, 10/22/2017] +62 823-4530-1112: STIP YAPI Dorong Mahasiswa Buka Cakrawala Dunia dengan Menulis FAJARPENDIDIKAN.co.id, Bone- Sejumlah Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) YAPI Bone mengikuti pelatihan jurnalistik di Aula Kampus setempat, Jumat (21/10/2017). Pelatihan ini terselenggara berkat kerjasama antara STIP YAPI Bone dengan Penerbit Syahadah. "Pelatihan jurnalistik ini bersifat berkala. Nanti akan ada follow up nya"ungkap Humas STIP YAPI Bone, Jumardi SPd MKes, kepada FAJARPENDIDIKAN.co.id, Minggu (22/10). Lebih lanjut Jumardi mengatakan, pelatihan jurnalistik dilaksanakan untuk menambah wawasan dan pengembangan keterampilan Mahasiswa STIP YAPI Bone. Melalui pelatihan itu, kata Jumardi, mahasiswa diharapkan bisa membuat karya tulis yang berguna bagi masyarakat khususnya dibidang pertanian. "Mahasisma diharapkan mampu menulis buku nantinya. (Membuka cakrawala dunia dengan menulis),"harapnya. Reporter: Abustan [2:42 PM, 10/23/2017] +62 823-4530-1112: Ket foto, Sejumlah peserta family camp saat baksos di pantai Tanjunnge, kecamatan Tonra, Bone, Sabtu (21-22/10/2017). [2:42 PM, 10/23/2017] +62 823-4530-1112: Jaling Silahturahmi, 6 Komunitas Baksos di Pantai Tonra Bone FAJARPENDIDIKAN.co. Id, Bone- Sebanyak 6 komunitas menggelar kegiatan Family Camp di desa Tanjunnge, Kecamatan Tonra, Kabupaten Bone, Sabtu (21/10) hingga Minggu (22/10/2017). Salah satu peserta, yang juga sebagai Ketua Contras, Andi Darmawan mengatakan, kegiatan family camp ini, selain untuk mempererat tali silaturahmi antar komunitas, juga sebagai langkah baksos berupa bersih-bersih di pantai Tanjunnge, Tonra. Selain itu, kata dia, Family Camp sebagai sarana ikut serta memperkenalkan potensi, lokasi wisata di kabupaten Bone. "Ini juga merupakan daerah baru untuk pariwisata, maka kami juga berinisiatif untuk perkenalan lokasi wisata daerah di kabupaten Bone, "kata Darmawan kepada FAJARPENDIDIKAN.co.id. Berikut nama-nama komunitas yang ikut dalam kegiatan Family Camp, yakni Komunitas Jelajah Anak Gunung (KPA JAGUNG), My Trip My Adventure, KPA Batara Mampu, Komunitas Jalan-jalan Seru Bone (JJS Bone ), Pejalan Bone, dan Contras. Reporter: Abustan [2:53 PM, 10/23/2017] +62 823-4530-1112: Jaling Silaturahmi, 6 Komunitas Baksos di Pantai Tonra Bone FAJARPENDIDIKAN.co. Id, Bone- Sebanyak 6 komunitas menggelar kegiatan Family Camp di desa Tanjunnge, Kecamatan Tonra, Kabupaten Bone, Sabtu (21/10) hingga Minggu (22/10/2017). Salah satu peserta, yang juga sebagai Ketua Contras, Andi Darmawan mengatakan, kegiatan family camp ini, selain untuk mempererat tali silaturahmi antar komunitas, juga sebagai langkah baksos berupa bersih-bersih di pantai Tanjunnge, Tonra. Selain itu, kata dia, Family Camp sebagai sarana ikut serta memperkenalkan potensi, lokasi wisata di kabupaten Bone. "Ini juga merupakan daerah baru untuk pariwisata, maka kami juga berinisiatif untuk perkenalan lokasi wisata daerah di kabupaten Bone, "kata Darmawan kepada FAJARPENDIDIKAN.co.id. Berikut nama-nama komunitas yang ikut dalam kegiatan Family Camp, yakni Komunitas Jelajah Anak Gunung (KPA JAGUNG), My Trip My Adventure, KPA Batara Mampu, Komunitas Jalan-jalan Seru Bone (JJS Bone ), Pejalan Bone, dan Contras. Reporter: Abustan [2:54 PM, 10/23/2017] +62 823-4530-1112: Itu file kedua di ambil krn yg pertama ada kesalahan [8:40 AM, 10/24/2017] +62 823-4530-1112: . [6:24 AM, 10/27/2017] +62 823-4530-1112: Dag dikasi terbit sy lihat itu berita pak, pdhal positif tuk diterbitkan [12:05 PM, 10/28/2017] +62 823-4530-1112: Murid SD Inpres 5/81 Salebba [2:22 PM, 11/7/2017] +62 823-4530-1112: Apa Kabar Visi Cerdas!?. Sekolah di Bone ini Kekurangan Guru, Murid Sering Tak Belajar FAJARPENDIDIKAN.co.id, Bone- Visi cerdas dengan terciptanya pemerataan pendidikan yang berkualitas, nampaknya belum sepenunya dirasakan sejumlah murid di sekolah di Bumi Arung Palakka ini. Begitupun misi meningkatkan pemerataan dan kualitas pendidikan yang berkeadilan berbasis nilai-nilai agama dan kearifan lokal, untuk mewujudkan manusia mandiri, belum menyentuh hingga ke semua sekolah di pelosok daerah. Hal itu seperti yang dialami murid di SD Inpres 5/81 Salebba, desa Salebba dusun Pallacari, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Sulsel. "Terdapat 30 anak yang tercatat sebagai murid di SD Inpres 5/81 Salebba. Selain kondisi bangunan sekolah yang sangat memprihatinkan karna masih menggunakan dinding papan yang sudah rapuh dimakan rayap, lantai ruang kelaspun masih beralaskan tanah, "ungkap Koordinator Yayasan Cahaya Hati Indonesia untuk Bone, Andi Isra, saat usai melaksanakan bakti sosial Yayasan Cahaya Hati Indonesia, di sekolah SD Inpres 5/81 Salebba, Jumat (27/10). Dan yang lebih mengglitik, lanjut Andi Isra, dari 30 murid SD yang tercatat itu, hanya diajar oleh seorang guru honor perempuan. Selain guru honor itu, hanya ada kepala sekolah, dan satu penjaga sekolah. "Jadi, dengan kondisi ini (kekurangan guru) proses belajar mengajar tidak bisa berjalan lancar,"terang Andi Isra kepada FAJARPENDIDIKAN.co.id. Bahkan, masih lanjut Andi Isra, satu guru honor yang harus menghadapi 30 murid, yang terbagi dalam 6 kelas, sering terkendala untuk sampai di sekolah. Pasalnya, sang guru honorer bertempat tinggal di dusun Salebba berjarak sekitar kurang lebih 5 KM dari lokasi SD Inpres 5/81 Salebba di dusun Pallaccari, dengan kondisi jalan yang sangat menantang untuk sampai ke sekolah. "(Jalanan berlumpur bak kubangan kerbau). Jadi kalau hujan, anak-anak (murid di SD Inpres 5/81 Salebba) kembali tidak belajar, (karena tidak ada guru),"jelasnya. "Anak-anak disana pas kami tanya tentang keinginan mereka, untuk sekolahnya, mereka secara spontan menjawab, "kami butuh guru"lanjutnya. Sebagaimana diketahui FAJARPENDIDIKAN.co.id, senin 23 Oktober 2017 Yayasan Cahaya Hati Indonesia melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pembenahan Sekolah SD Inpres 5/81 Salebba, pengobatan gratis, pembinaan mental murid SD inpres 5/81 Pallacari, pembagian paket Al-quran, pembagian kaos dan perlengkapan belajar. Hadir dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kecamatan Ponre dan Pemerintah Desa Salebba, unsur UPTD Kesehatan dan Pendidikan Kecamatan Ponre, beserta masyarakayat desa Salebba, dan Tim Dokter Cahaya Hati Indonesia beserta anggotanya. Selain itu, Yayasan Cahaya hati Indonesia juga telah menggelar Kegiatan Bakti Sosial di Desa Mulamenre’e, Kecamatan Ulaweng, Bone. *Baca juga versi cetak edisi 276 di halaman reportasia FAJAR PENDIDIKAN Reporter: Abustan [2:23 PM, 11/7/2017] +62 823-4530-1112: Murid SD Inpres 5/81 Salebba
Nasional
Pemerintah Kucurkan Rp 440 T untuk Pendidikan, Tak Boleh Lagi Ada Anak Putus Sekolah