Fokus

Rehabilitasi, Kunci Pemberantasan Narkoba

360
0

Ilustrasi [Fajar Pendidikan]

Makassar, Sulsel – Pecandu narkotika adalah orang yang menyalahgunakan dan dalam keadaan ketergantungan narkotika, baik secara fisik maupun psikis. Bahkan dalam ICD X (Klasifikasi Internasional Penyakit revisi ke-10) terdapat kode penyakitnya. Artinya, pecandu narkotika merupakan orang sakit, sehingga betapa pentingnya rehabilitasi bagi orang sakit karena kecanduan narkoba.

Tekad dan misi bagi Badan Narkotika Nasional (BNN) tentang penyelamatan pecandu narkoba digerakkan secara massif dicanangkan pada awal tahun 2014. Padahal Undang-undang tentang Narkoba sudah diundangkan sejak tahun 2009.

Baca Juga: Begini Strategi BNNP Memutus Rantai Peredaran Narkoba

Hal ini sudah dimandatkan oleh lembaga dunia PBB yang bergerak dalam bidang narkoba dan kejahatan, yang dikenal United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) dan yang berlaku di berbagai negara.

“Solusi untuk para pecandu,  seharusnya diberikan layanan rehabilitasi. Sehingga, para pecandu dapat dipulihkan dengan segera dan angka penyalahgunaan narkotika diharapkan bisa ditekan. Karena, tadinya pecandu yang senantiasa membutuhkan narkoba telah pulih sehingga terjadi penurunan permintaan narkoba,” kata Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel, M Sudarianto.

Memang pecandu bukan berarti tidak bersala. Mereka tetap bersalah karena sudah menyalahgunakan narkoba untuk kesenangan sesaat, bukan untuk keperluan medis dengan sepengetahuan dan pengawasan dokter. Oleh karena itu, sambung Sudarianto, para pengguna harus diselamatkan.

“Kalau tidak, maka bandar narkoba akan memperoleh keuntungan yang sangat besar, karena permintaan akan narkoba terus ada dan mungkin meningkat,” pungkasnya.

Jika sistem pencegahan dan rehabilitas berhasil, maka jualan narkoba oleh para bandar dan para mafia menjadi tidak laku. Mafia dan para bandar akhirnya akan mati bisnisnya alias gulung tikar. “Inilah salah satu strategi yang harus kita tumbuh kembangkan, dalam memutus peredaran narkoba selain upaya pemberantasan,” terang Sudarianto. (*)

Penulis: Syachrul Arsyad

Komentar

Tagged:
WhatsApp Image 2017-08-23 at 7.13.52 PM
Fokus
Perwakilan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Audiensi Dengan Presiden Joko Widodo
IMG_7385
Fokus
Pelantikan Pejabat Baru, Penyerahan SK Guru Besar, dan Penerimaan Kembali Doktor Baru di Lingkungan Universitas Hasanuddin
Tabloid Fajar Pendidikan Edisi 261 [16-28 Februari 2017]
Fokus
Cegah Penyalahgunaan Narkoba Lewat Pendidikan