Nasional

Kemendikbud Gelar Lomba Jurnalistik, Ikutan Yuk!

488
0
Ilustrasi © Copyright 2017 - PT Fajar Media Pendidikan

Ilustrasi © Copyright 2017 – PT Fajar Media Pendidikan

Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat, Direktorat Pendidikan Keluarga, mengadakan Lomba jurnalistik berhadiah total Rp 226 juta. Tema yang dilombakan adalah ‘Penguatan Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak’.



Lomba jurnalistik itu bertujuan mengajak keterlibatan masyarakat dalam memberikan gagasan inspiratif tentang penguatan pendidikan keluarga.



Diterangkannya, lomba diperuntukkan bagi masyarakat umum yang terbagi menjadi 3 kategori. Yaitu feature, opini, dan berita. Hanya saja, lomba tidak boleh diikuti oleh PNS Kemendikbud.


Untuk dapat mengikuti lomba, kamu harus mengikuti beberapa ketentuan umum. Di antaranya tulisan asli (bukan plagiat), aktual, bernilai, inovatif, dan bermanfaat.

Kemudian, tulisan belum pernah atau sedang diikutsertakan dalam lomba atau kompetisi media jurnalistik lain.

Tulisan yang dilombakan juga bisa diterbitkan di media massa. Baik di media cetak (koran, tabloid, majalah) serta media online (portal berita yang direkomendasikan oleh dewan pers) dalam periode 6 Februari sampai dengan 19 Juli 2017.


Nah, khusus untuk feature, panjang tulisan tidak boleh lebih 1.200 kata. Kamu dapat mengirimkan tulisan sebanyak-banyaknya tanpa dipungut biaya sepeserpun. Total hadiah yang telah disiapkan oleh pihak panitia mencapai Rp 226 Juta untuk tiga kategori yang diperlombakan, lho

Untuk kategori Feature dan Opini, Panitia menyiapkan hadiah masing-masingRp 15 juta untuk Pemenang I, Rp 12 juta untuk pemenang II, serta Rp 10 juta untuk pemenang III. Selain itu, Rp 5 juta untuk 10 pemenang harapan untuk 2 kategori itu.

Sementara untuk kategori berita, hadiah yang disiapkan adalah Rp 10 juta untuk Pemenang I, Rp 8 juta untuk pemenang II, Rp 6 juta untuk pemenang III, serta 7 pemenang harapan yang masing-masing mendapatkan Rp 4 juta.



Nah, untuk bisa mengikuti lomba itu, kamu harus patuh pada 5 prosedur ini.

  1. Mengirimkan tulisan yang telah dimuat di media cetak maupun online dengan ketentuan: 

Scan/foto tulisan yang dimuat di media (file harus terbaca dengan jelas) dan/atau berupa kliping tulisan. Sertakan pula tulisan dalam format word yang dikirim melalui alamat surat elektronik: lombajurnalistik.keluarga@kemdikbud.go.id; Cantumkan nama media, tanggal pemuatan, dan halaman saat tulisan dimuat di media.

c. Lengkapi identitas pengirim yaitu nama, alamat, surat elektronik/email, dan nomor telepon yang dapat dihubungi

; Salinan/scan kartu identitas (KTP/SIM) harus terbaca dengan jelas, khusus jurnalis melengkapi kartu Pers.

  2. Tulisan diterima Panitia paling lambat tanggal 21 Juli 2017 melalui alamat surat elektronik: lombajurnalistik.keluarga@kemdikbud.go.id atau kliping tulisan ke Panitia Lomba Jurnalistik, Subdit Kemitraan, Direktorat Pendidikan Keluarga, Gedung C lantai 13, Jln Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta kode pos 10270.


  3. Cantumkan kategori tulisan dengan huruf kapital dalam subjek surat elektronik atau amplop surat, diikuti nama lengkap nama media yang memuat tulisan tanggal tulisan dimuat. 


  4. Bagi peserta yang mengirim softcopy tulisan melalui surat elektronik, apabila terpilih sebagai pemenang, wajib menunjukkan tulisan asli yang telah dimuat di media.


  5. Pemenang akan diumumkan pada acara Apresiasi Pendidikan Keluarga di minggu pertama bulan Agustus 2017, dan dapat dilihat melalui laman sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id.

 

Komentar

Tagged:
Mentan Amran Sulaiman panen raya di Barru
Nasional
Mentan Panen Raya di Barru
Tiga mahasiswa Universitas Negeri Makassar; Amal Jaya, Iwan Setiawan, dan Ummu Kalsum Salam ikut seminar internasional di Korea.
NasionalUNIVERSITARIA
3 Mahasiswa UNM Ikut Konferensi dan Seminar Internasional di Korea
[5:11 AM, 10/22/2017] +62 823-4530-1112: STIP YAPI Dorong Mahasiswa Buka Cakrawala Dunia dengan Menulis FAJARPENDIDIKAN.co.id, Bone- Sejumlah Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) YAPI Bone mengikuti pelatihan jurnalistik di Aula Kampus setempat, Jumat (21/10/2017). Pelatihan ini terselenggara berkat kerjasama antara STIP YAPI Bone dengan Penerbit Syahadah. "Pelatihan jurnalistik ini bersifat berkala. Nanti akan ada follow up nya"ungkap Humas STIP YAPI Bone, Jumardi SPd MKes, kepada FAJARPENDIDIKAN.co.id, Minggu (22/10). Lebih lanjut Jumardi mengatakan, pelatihan jurnalistik dilaksanakan untuk menambah wawasan dan pengembangan keterampilan Mahasiswa STIP YAPI Bone. Melalui pelatihan itu, kata Jumardi, mahasiswa diharapkan bisa membuat karya tulis yang berguna bagi masyarakat khususnya dibidang pertanian. "Mahasisma diharapkan mampu menulis buku nantinya. (Membuka cakrawala dunia dengan menulis),"harapnya. Reporter: Abustan [2:42 PM, 10/23/2017] +62 823-4530-1112: Ket foto, Sejumlah peserta family camp saat baksos di pantai Tanjunnge, kecamatan Tonra, Bone, Sabtu (21-22/10/2017). [2:42 PM, 10/23/2017] +62 823-4530-1112: Jaling Silahturahmi, 6 Komunitas Baksos di Pantai Tonra Bone FAJARPENDIDIKAN.co. Id, Bone- Sebanyak 6 komunitas menggelar kegiatan Family Camp di desa Tanjunnge, Kecamatan Tonra, Kabupaten Bone, Sabtu (21/10) hingga Minggu (22/10/2017). Salah satu peserta, yang juga sebagai Ketua Contras, Andi Darmawan mengatakan, kegiatan family camp ini, selain untuk mempererat tali silaturahmi antar komunitas, juga sebagai langkah baksos berupa bersih-bersih di pantai Tanjunnge, Tonra. Selain itu, kata dia, Family Camp sebagai sarana ikut serta memperkenalkan potensi, lokasi wisata di kabupaten Bone. "Ini juga merupakan daerah baru untuk pariwisata, maka kami juga berinisiatif untuk perkenalan lokasi wisata daerah di kabupaten Bone, "kata Darmawan kepada FAJARPENDIDIKAN.co.id. Berikut nama-nama komunitas yang ikut dalam kegiatan Family Camp, yakni Komunitas Jelajah Anak Gunung (KPA JAGUNG), My Trip My Adventure, KPA Batara Mampu, Komunitas Jalan-jalan Seru Bone (JJS Bone ), Pejalan Bone, dan Contras. Reporter: Abustan [2:53 PM, 10/23/2017] +62 823-4530-1112: Jaling Silaturahmi, 6 Komunitas Baksos di Pantai Tonra Bone FAJARPENDIDIKAN.co. Id, Bone- Sebanyak 6 komunitas menggelar kegiatan Family Camp di desa Tanjunnge, Kecamatan Tonra, Kabupaten Bone, Sabtu (21/10) hingga Minggu (22/10/2017). Salah satu peserta, yang juga sebagai Ketua Contras, Andi Darmawan mengatakan, kegiatan family camp ini, selain untuk mempererat tali silaturahmi antar komunitas, juga sebagai langkah baksos berupa bersih-bersih di pantai Tanjunnge, Tonra. Selain itu, kata dia, Family Camp sebagai sarana ikut serta memperkenalkan potensi, lokasi wisata di kabupaten Bone. "Ini juga merupakan daerah baru untuk pariwisata, maka kami juga berinisiatif untuk perkenalan lokasi wisata daerah di kabupaten Bone, "kata Darmawan kepada FAJARPENDIDIKAN.co.id. Berikut nama-nama komunitas yang ikut dalam kegiatan Family Camp, yakni Komunitas Jelajah Anak Gunung (KPA JAGUNG), My Trip My Adventure, KPA Batara Mampu, Komunitas Jalan-jalan Seru Bone (JJS Bone ), Pejalan Bone, dan Contras. Reporter: Abustan [2:54 PM, 10/23/2017] +62 823-4530-1112: Itu file kedua di ambil krn yg pertama ada kesalahan [8:40 AM, 10/24/2017] +62 823-4530-1112: . [6:24 AM, 10/27/2017] +62 823-4530-1112: Dag dikasi terbit sy lihat itu berita pak, pdhal positif tuk diterbitkan [12:05 PM, 10/28/2017] +62 823-4530-1112: Murid SD Inpres 5/81 Salebba [2:22 PM, 11/7/2017] +62 823-4530-1112: Apa Kabar Visi Cerdas!?. Sekolah di Bone ini Kekurangan Guru, Murid Sering Tak Belajar FAJARPENDIDIKAN.co.id, Bone- Visi cerdas dengan terciptanya pemerataan pendidikan yang berkualitas, nampaknya belum sepenunya dirasakan sejumlah murid di sekolah di Bumi Arung Palakka ini. Begitupun misi meningkatkan pemerataan dan kualitas pendidikan yang berkeadilan berbasis nilai-nilai agama dan kearifan lokal, untuk mewujudkan manusia mandiri, belum menyentuh hingga ke semua sekolah di pelosok daerah. Hal itu seperti yang dialami murid di SD Inpres 5/81 Salebba, desa Salebba dusun Pallacari, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Sulsel. "Terdapat 30 anak yang tercatat sebagai murid di SD Inpres 5/81 Salebba. Selain kondisi bangunan sekolah yang sangat memprihatinkan karna masih menggunakan dinding papan yang sudah rapuh dimakan rayap, lantai ruang kelaspun masih beralaskan tanah, "ungkap Koordinator Yayasan Cahaya Hati Indonesia untuk Bone, Andi Isra, saat usai melaksanakan bakti sosial Yayasan Cahaya Hati Indonesia, di sekolah SD Inpres 5/81 Salebba, Jumat (27/10). Dan yang lebih mengglitik, lanjut Andi Isra, dari 30 murid SD yang tercatat itu, hanya diajar oleh seorang guru honor perempuan. Selain guru honor itu, hanya ada kepala sekolah, dan satu penjaga sekolah. "Jadi, dengan kondisi ini (kekurangan guru) proses belajar mengajar tidak bisa berjalan lancar,"terang Andi Isra kepada FAJARPENDIDIKAN.co.id. Bahkan, masih lanjut Andi Isra, satu guru honor yang harus menghadapi 30 murid, yang terbagi dalam 6 kelas, sering terkendala untuk sampai di sekolah. Pasalnya, sang guru honorer bertempat tinggal di dusun Salebba berjarak sekitar kurang lebih 5 KM dari lokasi SD Inpres 5/81 Salebba di dusun Pallaccari, dengan kondisi jalan yang sangat menantang untuk sampai ke sekolah. "(Jalanan berlumpur bak kubangan kerbau). Jadi kalau hujan, anak-anak (murid di SD Inpres 5/81 Salebba) kembali tidak belajar, (karena tidak ada guru),"jelasnya. "Anak-anak disana pas kami tanya tentang keinginan mereka, untuk sekolahnya, mereka secara spontan menjawab, "kami butuh guru"lanjutnya. Sebagaimana diketahui FAJARPENDIDIKAN.co.id, senin 23 Oktober 2017 Yayasan Cahaya Hati Indonesia melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pembenahan Sekolah SD Inpres 5/81 Salebba, pengobatan gratis, pembinaan mental murid SD inpres 5/81 Pallacari, pembagian paket Al-quran, pembagian kaos dan perlengkapan belajar. Hadir dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kecamatan Ponre dan Pemerintah Desa Salebba, unsur UPTD Kesehatan dan Pendidikan Kecamatan Ponre, beserta masyarakayat desa Salebba, dan Tim Dokter Cahaya Hati Indonesia beserta anggotanya. Selain itu, Yayasan Cahaya hati Indonesia juga telah menggelar Kegiatan Bakti Sosial di Desa Mulamenre’e, Kecamatan Ulaweng, Bone. *Baca juga versi cetak edisi 276 di halaman reportasia FAJAR PENDIDIKAN Reporter: Abustan [2:23 PM, 11/7/2017] +62 823-4530-1112: Murid SD Inpres 5/81 Salebba
Nasional
Pemerintah Kucurkan Rp 440 T untuk Pendidikan, Tak Boleh Lagi Ada Anak Putus Sekolah