Daerah

Terdapat 25 Kasus KDRT di Pangkep

216
0

Pelaksana tugas (Plt) Kepala DP2A Pangkep, Suhartini Jafar.

Pangkep, Sulsel – Data kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), khususnya terhadap perempuan masih relatif sedikit di Pangkep. Tahun 2016 lalu, hanya terdapat 25 kasus, naik 6 kasus dari data tahun 2015.

Walaupun begitu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Pangkep, mengimbau pihak-pihak yang terlibat kekerasan, baik fisik, psikis, maupun ekonomi untuk melakukan konsultasi ke DPPPA.

“Hal ini dilakukan agar pihak-pihak yang terlibat kekerasan, khususnya perempuan dan anak dapat terlindungi. Karena kekerasan dalam rumah tangga biasanya banyak penyebabnya, bukan hanya yang terlihat,” ungkap Pelaksana tugas (Plt) Kepala DP2A Pangkep, Suhartini Jafar, Selasa (6/4/2017).

Untuk mendorong kesadaran itu, kata Suhartini, perempuan perlu dilibatkan dalam banyak hal. “Khususnya di desa-desa, seharusnya pelibatan perempuan dalam musrenbang lebih ditingkatkan, agar apa yang menjadi kebutuhan perempuan bisa tersuarakan,” kata Dia.

Dijelaskan Suhartini, saat ini pembangunan banyak dimulai dari desa, sehingga anggaran desa cukup tinggi. Dari itu, desa diharapkan dapat menjadi penggerak keterlibatan perempuan.

“Kita sudah sosialisasikan di setiap pertemuan-pertemuan, setidaknya dalam setiap agenda kegiatan di desa maupun kecamatan dapat lebih mendorong keterlibatan perempuan,” harap dia.

Keterlibatan perempuan dalam beberapa aspek, katanya, juga bagian dari upaya memberikan perlindungan pada perempuan itu sendiri. Salah satunya agar perempuan lebih berani dan setara dalam beberapa aspek dengan laki-laki.

 

Penulis: Adhan

Komentar

Tagged:
20170224_173211
Daerah
Dinas Pendidikan Barru Tempati Gedung Baru, Ini Alamatnya
IMG_6717
Daerah
HPN 2017: ‘Pers Profesional Memerangi Hoax’
Konferensi Pers dengan tema Mudik Nyaman Bersama BPJS Kesehatan, di Aula Kantor BPJS Kesehatan Cabang Watampone, Kamis (15/6).
Daerah
Beri Kenyamanan Peserta JKN-KIS, BPJS Watampone Sederhanakan Prosedur Pelayanan, Selama 14 Hari