Fokus

Editorial Tabloid Fajar Pendidikan Edisi April: Jadikan Pelajaran

293
0

Fajar Pendidikan

Makassar, Sulsel – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2017 Sulsel akhirnya cair seminggu lalu. Sekolah kini bernapas lega. Usai menanti dana yang tak kunjung masuk ke rekening sekolah.

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan pertama 2017 memang sempat terkendala. Baik pihak dinas pendidikan provinsi maupun kabupaten/kota punya argument masing-masing sebab-musabab keterlambatannya. Ada yang mengklaim ditahan di pemerintah provinsi, sementara di satu sisi menyalahkan keterlambatan pemerintah pusat dalam memberikan petunjuk teknis penyaluran dana BOS.

Kini, dana yang ditunggu-tunggu itu sudah cair, masuk ke masing-masing rekening sekolah. Dinas Pendidikan Sulsel sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam penyaluran. Bagaimana pun, keterlambatan pencairan dana BOS tetap perlu menjadi bahan penting untuk mengevaluasi sistem koordinasi dan manajemen pendidikan.

Memang tidak baik menyalahkan satu pihak tertentu. Masalah pendidikan adalah perkara kompleks. Apalagi jika itu berbicara soal dana atau uang. Belum lagi, pengalihan wewenang antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota, membuat tugas dan tanggung jawab yang diterima tergolong baru dan berbeda.

Memang belum ada kejadian yang berseliweran mengenai hal ini, tetapi tidak menutup kemungkinan, tersendatnya pencairan dana BOS bisa saja memicu terjadinya pungutan liar. Sebab, melihat kondisi sekolah yang “sekarat” sudah tidak punya dana untuk membayar tagihan sekolah.

Keterlambatan dana BOS, misalnya, juga diakui Dinas Pendidikan Kota Makassar menghambat proses belajar mengajar di sekolah. Hambatan itu seperti salah satu sekolah yang harus mengalami pemutusan sambungan listrik lantaran belum mampu membayar tagihan. Sejumlah sarana dan prasarana penunjang operasional sekolah juga minim perawatan akibat tidak adanya anggaran. Pembayaran honor bagi tenaga pengajar non-PNS juga terlambat.

Jadi, kembali memang perlu dievaluasi masalah keterlamabatan dana tersebut. Pun diperlukan tindak pencegahan. Jangan sampai kejadian tersebut membuka “celah” timbulnya masalah baru dan membuat pendidikan semakin rapuh. Transparansi juga diperlukan agar tidak menimbulkan banyak dugaan yang bisa menimbulkan perpecahan dan mengganggu dunia pendidikan kita.

Redaksi

Komentar

Tagged:
1. Salah satu pemateri “Aji Goes to School” menjelaskan kepada para siswa bagaimana cara berinternet yang sehat. Sebagai generasi millennial, pemuda diharap cerdas menangkal hoax. (Foto: /IST)
Fokus
Aji Goes to School: Generasi Milennial Harus Cerdas Bermedia Sosial
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo
Fokus
Ini Kata Gubernur Sulsel pada Peringatan Hardiknas 2017
Dra Andi Hayati MSi
Fokus
UPT Pendidikan SMA Provinsi Sulawesi Selatan Berbenah. Apa yang Berubah?