Edukasi

SMA Negeri 3 Maros: Langganan Juara

184
0
SMA Negeri 3 Maros

SMA Negeri 3 Maros

Maros,Sulsel-Utlul Ilma Navia dan Hikmawaty sedang asyik bermain gitar di taman depan kelasnya. Saat itu, jam istirahat memang telah tiba. Mendendangkan beberapa judul lagu memang ampuh menyegarkan otak yang lelah menyerap pelajaran di kelas.

Di sudut lain, beberapa siswa sibuk bercengkrama. Ada pula yang saling menjahili. Kantin sekolah jadi yang paling ramai. Tapi siang itu suanana sekolah tampak sepi, padahal ada 716 siswa yang menggantungan cita-cita mereka disini. Apa mungkin karena sekolah ini sangat luas sehingga siswanya saling berjauhan? FAJAR PENDIDIKAN setuju dengan kesimpulan itu!

Yup, begitulah suasana di SMAN 3 Maros, salah satu sekolah favorit di Maros. Banyak siswa- siswi berperstasi lahir dari sekolah ini. Jadi tidak heran jika lebel sekolah rujukan diberikan pada sekolah yang berada di Jalan Pendidikan No. 23 Maros, Maccini Baji, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan ini.

Kedatangan FAJAR PENDIDIKAN Selasa, 15 Agustus lalu, mendapat sambutan hangat H Muh Arifin Ali. Dengan ramah, Kepala SMA 3 Maros ini mengenalkan seperti apa SMAN 3 Maros dalam mendidik para siswanya, sampai menjadi langganan juara diberagam lomba. Salah satu yang cukup menarik yang ia ceritakan mengenai program 3P yang selama ini ia terapkan. Program yang membuat penghuni sekolah ini, nyaman.

“P yang pertama adalah penampilan. Bagaimana penampilan guru dan siswa, fisik sekolah dan beraklak. P yang kedua adalah pelayanan. Pelayanan prima pada tamu, guru pada siswa. Kepala sekolah pada guru. Siswa pada siswa lain. P yang ketiga adalah prestasi. Prestasi harus seimbang. Guru dan kepala sekolah harus berprestasi. Aktif mengajar. Maka prestasi akan mengikuti.”

Ia pun sepakat, jika proses mengasah otak siswa hanya akan efektif jika siswa tersebut merasa nyaman saat di sekolah, tidak terbebani atau terkekang dengan mata ajar yang diberikan. Karena itu, kata dia, siswa harus dibuat senyaman mungkin dan menyukai kegiatan yang mereka lakukan.

Lingkungan sekolah dibuat menyerupai rumah sendiri, sehingga siswa tidak ragu dan malu mengeluarkan seluruh potensi yang ia miliki. Guru juga tahu bagaimana ia harus menjadi guru.

“Saya paling tidak suka melihat guru yang tidak mengajar dengan alasan siswanya belum membersikan kelas atau alasan apapun. Kalau memang belum bersih, ya guru dan siswa sama-sama membersihkan. Hak siswa harus sekolah penuhi,” cerita Muh Arifin Ali, menggambarkan bagaimana sekolahnya melayani siswanya.

Siswa-siswi SMAN 3 patut bersyukur, perhatian sekolah pada mereka begitu besar. Di pagi jari, H Muh Arifin Ali bahkan mengkhususkan diri berpatroli disetiap sudut sekolah yang cukup luas.

“Guru senang kalau disapa. Murid pun sama. Mereka merasa diawasi. Sama seperti ayah mengawasi anaknya, merasa aman. Saya anggap keliling sekolah itu seperti tawaf, mengelilingi sekolah, melihat proses belajar mengajar. Doakan anak-anak tiap pagi,” ceritanya

Langganan Juara

“Di sini itu banyak prestasi. Kalau misalnya ada lomba, kalau di sekolah lain dia (siswa) disuru belajar sendiri, kalau disini kita dibimbing sampai siswanya fasih betul dalam mengusai lomba itu,” aku Utlul Ilma Navia, siswa kelas XI.

Dengan cara itulah, SMAN 3 Maros mengumpulkan begitu banyak medali. “Soal prestasi, kami salah satu yang terbaik,” tegas Muh Muh Arifin Ali.

Sekolah ini sadar, betapa pentingnya prestasi. Prestasi mereka anggap pengakuan masyarakat pada siswa di sekolah itu. Pratasi juga menjadi bukti bila sekolah berhasil membentuk siswa dan menumbuhkan bakat mereka . Bentuk keberhasilan guru menenamkan bibit juara pada siswa.(*)

Komentar

Tagged:
Jangkrik [images: agrotani.com]
Edukasi
Termometer Jangkrik
Siswa SMPN 1 Nanggala, Toraja Utara, Sulsel, antusias belajar membatik.
Edukasi
Lestarikan Budaya, SMPN 1 Nanggala Ajar Siswanya Membatik
Ilustrasi © Copyright 2017 - PT Fajar Media Pendidikan
Edukasi
H-5 UNBK SMA/MA. Sejauh Apa Persiapan Sekolah?