Fokus

Editorial Tabloid Fajar Pendidikan Edisi 280: Angin Segar untuk Guru Honorer

97
0
Fajar Pendidikan

Fajar Pendidikan

Makassar, Sulsel: Para guru yang selama ini berstatus sebagai honorer, guru bantu atau non-CPNS kini mendapat angin segar. Masih ada harapan bagi mereka untuk diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Presiden Joko Widodo saat menghadiri puncak Hari Guru Nasional (HGN) di Stadion Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi, 2 Desember lalu, memberikan harapan itu.

Puncak HGN yang dipadati 30 ribu guru, juga dihadiri Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi, Mendikbud Muhadjir Effendy dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Presiden Jokowi pada kesempatan tersebut menegaskan kepada jajarannya supaya jangan sampai menutup kesempatan bagi guru-guru tidak tetap yang sudah mengabdi lama untuk bisa menjadi PNS. Termasuk para guru honorer yang mengajar di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).

Secara khusus, Jokowi memerintah Mendikbud, Menteri PAN-RB Asman Abnur dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana untuk membahas teknis pengangkatan CPNS guru tahun depan.

Presiden berpesan supaya pengangkatan CPNS guru berjalan baik dan sesuai ketentuan. “Sekali lagi, tanpa menghilangkan kesempatan bagi guru tidak tetap (atau guru honorer). Guru yang sudah mengabdi lama, memenuhi kompetensi dan kualifikasi, diutamakan,” kata Jokowi yang lantas disambut riuh para guru.

Negara saat ini memang sedang giat membangun infrastruktur. Tujuannya adalah pemerataan pembangunan ekonomi. Meskipun demikian, bukan alasan bagi pemerintah mengabaikan anggaran untuk penambahan pegawai negeri baru, termasuk untuk mengisi kekurangan guru PNS di daerah. Kita tunggu realisasi janji Presiden Jokowi.

Redaksi

 

Komentar

Cover Fajar Pendidikan dan Koran Kecil edisi 266
Fokus
Editorial Tabloid Fajar Pendidikan Edisi 266: Bersama Percepat Pendidikan yang Merata
Kerja sama Dinas Pendidikan Sulsel dan BNN Sulsel dalam melaksnakan tes urine ini sebagai upaya tindak pencegahan terhadap bahaya narkoba terhadap siswa di SMA/SMK. Selain itu juga, bertujuan untuk memetakan siswa ke dalam enam parameter psikotropika yang ditentukan seperti metamifin, ganja, sabu, tramadol, heroin dan happy five.
Fokus
Disdik Sulsel Bakal Lakukan Pemetaan Narkoba (Bagian 2)
M Sudarianto SKM MKes.
Fokus
Begini Strategi BNNP dalam Memutus Rantai Peredaran Narkoba