UNIVERSITARIA

Mahasiswa Agroteknologi Unibos, Bahas Reformasi Pertanian Berbasis Organik

49
0

Seminar Nasional HIMAGRO FP UNIBOS

FAJARPENDIDIDKAN.co.id– Mengusung tema ”Reformasi Pertanian Berbasis Organik Upaya Mewujudkan Kemandirian Pangan”, Himpunan Mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Bosowa (HIMAGRO FP UNIBOS) menggelar Seminar Nasional di Balai Sidang 45 Makassar, Kamis (07/12).

Seminar yang berlangsung ini menghadirkan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Ir. Faizal Wahab, Wakil Rektor I Universitas Bosowa Prof.Dr.A. Muhibuddin, MP, Founder Famili Ekokultura Group Organic Lifestyle & Farming Practitioner dan Advisor, Ir.Soeparwan Soeleman.

Dengan mengangkat pembahasan reformasi pertanian berbasis organik, para pemateri memberikan pemahaman tentang penggunaan bahan organic sebagai jawaban atas green revolution.

Ir.Faizal Wahab selaku Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura memaparkan beberapa strategi dan arah kebijakan pemerintah dalam penerapan pertaniaan organic. “merupakan suatu keuntungan Sulawesi Selatan mempunya dua iklim dalam waktu bersamaan yang dimana ketika Makassar dilanda iklim tropis di kabupaten lain semisal Kabupaten Soppeng itu mendapat hujan yang lebat. Ini akan memberi keuntungan bagi beberapa daerah mampu mengolah lahan tanaman secara berangsur”, Ungkapnya.

Selanjutnya  Prof. Dr. Ir. A. Muhibuddin, MP menuturkan beberapa potensi pertanian organic. “beberapa potensi tersebut termasuk mampu menjaga kesehatan konsumen dari penggunaan bahan-bahan yang dapat merusak tubuh manusia, mampu mengembalikan kesuburan tanah, membantu dalam meningkatkan pendapatan petani dengan hasil yang lebih baik dan lebih berkualitas, juga mampu mereduksi pemanasan global”, tutur Wakil Rektor I Unibos yang juga menjadi pemapar dalam seminar ini.

“Untuk mengembangkan pemakaian bahan organic memang dibutuhkannya sinergitas antara akademisi, bisnisman, dan government yang dimana akademisi atau pelajar yang mempunya ilmu pengetahuan terhadap pemakaiaan bahan organic di dukung oleh pemilik modal (bisnisman) dalam perkembangannya dan juga didukung oleh peraturan pemerintah. Maka berjalanlah sistem pertanian berbasis organic ini”, tambahnya.

Selanjutnya  Ir.Soeparwan Soeleman juga menjelaskan bahwa bahan organic merupakan suatu yang sudah sangat lama dibicarakan sekitar satu abad yang lalu namun bahan organic pada saat ini telah mempunyai standar dalam penggunaannya. “tetapi disisi lain juga masih terdapat permasalahan yang ada dalam 5 sudut pandang untuk pelaksanaan sistem pertanian organic ini. Termasuk konsumen yang belum mengerti kreteria organic, masyarakat yang belum peduli makanan dan lingkungan sehat, pedagang yang orientasi bisnis sebagai penyuplai produk sehat, pemerintah belum menjadi fukus utama dan operator yang memiliki pengertian yang berbeda-beda”, ungkap Founder Famili Ekokultura Group Organic ini.

Dalam sambutan Dekan Fakultas Pertanian Sarifuddin S.P.,M.P turut menjelasakan bahwa kemandirian suatu bangsa dapat diliat dengan tiga pilar, kemandirian bidang Hukum, kemandirian sumber energy, dan kemandirian pangan. Namun untuk membangun tiga pilar tersebut yang mesti diubah lebih awal ialah pemikiran masyarakat terkait pertanian yang beranggapan profesi pertanian ialah bidang yang kotor yang jorok sehingga  ketertarikan masyarakat akan hal ini sangatlah minim. Hal ini harus kita benahi dalam penyebutan namanya sahaja semisal pengusaha pertanian atau pengusaha peternakan pasti akan meningkatkan ketertarikan masyarakat kita.

Komentar

Tagged:
FIM Ewako
UNIVERSITARIA
FIM Ewako Inginkan Kamu Berteman dengan Pohon
Prof Dr Ir Saleh Pallu M Eng saat memberi sambutan.
UNIVERSITARIA
LPPM Unibos Bersama DRPM Kemenristek Dikti Gelar Workshop Penulisan Proposal
Panitia pemilihan rektor unhas, Prof Dr Muhammad Restu MP., memaparkan tata cara pemilihan rektor
UNIVERSITARIA
Ini Tahapan Pemilihan Rektor Unhas 2018-2022 Setelah Berbadan Hukum