AIIA Study Visit ke Laboratorium Penelitian FKM Unhas

Kunjungan delegasi AIIA ke Laboratorium Penelitian FKM Unhas.[Foto:/Ist.]
Kunjungan delegasi AIIA ke Laboratorium Penelitian FKM Unhas.[Foto:/Ist.]

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Sekitar 20-an delegasi Australian Institute of International Affairs (AIIA) melakukan kunjungan ke Kantor Revitalising Informal Settlement and Their Environment (RISE) Indonesia dan Laboratorium Penelitian Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas), Senin, 17 Juni 2019.

Kunjungan ini merupakan rangkaian kegiatan AIIA Indonesia Study Tour Program yang dilakukan di Indonesia sejak tanggal 10 hingga tanggal 23 Juni 2019 mendatang. AIIA merupakan organisasi indenpenden dan nonprofit yang mengabdikan diri pada promosi dan diskusi hubungan internasional dan isu-isu global.

Kunjungan AIIA yang dipimpin oleh Presiden AIIA Patrick Moore diterima langsung oleh Dekan FKM Unhas, Dr Aminuddin Syam, SKM., M Kes, M.Ed, bersama Act. RISE Indonesia Coordinator Fitriyanty dan Assessment Team Leader RISE Ruzka Taruq.  Turut dalam rombongan AIIA, Konjen Australia untuk Makassar, Richard Matthew.

RISE adalah Program Penelitian Kesehatan dan Lingkungan selama lima tahun yang mengujicoba solusi berbasis alam untuk pengelolaan air yang dapat menghasilkan perbaikan kesehatan manusia dan lingkungan di permukiman kumuh. Program penelitian ini merupakan kemitraan pertama antara Monash University Australia dan Unhas, yang memperkuat hubungan penelitian antara Australia dan Indonesia, karena kedua negara bekerja untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga :   Pesan Dekan FKM Unhas pada Acara Yudisium Periode Desember 2018

Dekan FKM Unhas menyambut kedatangan delegasi AIIA dan berterima kasih atas kerjasama yang terjalin antara Unhas dan Australia selama ini.

Menurutnya, FKM Unhas terbuka untuk peluang bagi delegasi yang tertarik untuk melakukan kerjasama baik di bidang penelitian maupun lainnya.

“Kegiatan penelitian kolaboratif antara FKM Unhas dengan Monas University sudah berjalan sesuai rencana, fakultas kesehatan masyarakat mendukung secara penuh,” tutur Aminuddin Syam.

Foto bersama pihak FKM Unhas dengan delegasi AIIA usai melakukan kunjungan ke Laboratorium Penelitian FKM Unhas.[Foto:/Ist.]
Foto bersama pihak FKM Unhas dengan delegasi AIIA usai melakukan kunjungan ke Laboratorium Penelitian FKM Unhas.[Foto:/Ist.]
Selain penelitian yang berbasis laboratorium, sambungnya, juga diharapkan ada penelitian yang bersifat pengembangan masyarakat berupa field laboratory yang terimplementasi melalui kegiatan PBL. “Semoga  kerjasama antara Monash University Australia bisa berlanjut bukan hanya selama lima tahun tetapi bisa berkelanjutan untuk beberapa tahun ke depan,” harapnya.

RISE Assesment Team Leader Ruzka Taruq memaparkan tentang kegiatan RISE yang telah dilakukan sejak Agustus 2017 hingga tahun 2022 mendatang. Sejauh ini RISE telah melakukan kegiatan penelitian kesehatan masyarakat dan lingkungan di 12 lokasi permukiman kumuh di Makassar. Untuk mengukur kesehatan masyarakat, RISE secara berkala mengambil sampel lingkungan seperti air, tanah, nyamuk, feses hewan,  dan sampel kesehatan anak dibawah lima tahun seperti darah dan feses. Pengambilan sampel dilakukan baik sebelum dan setelah revitalisasi dilakukan.

Baca Juga :   Dosen Unibos Beri Pelatihan Pengembangan Selai Tomat Masyarakat Pao

Dalam kunjungan tersebut, Dekan FKM dan Assessment Team RISE mengajak delegasi AIIA berkunjung ke Laboratorium Penelitian FKM Unhas yang selama ini digunakan RISE meneliti sampel lingkungan dan manusia.

 

Reporter: Ibhel