Alumni FKM Unhas Lolos LPDP di University of Michigan Amerika

Abdul Haris Ibrahim, alumni FKM Unhas yang lolos sebagai Awardee LPDP.[Foto:/Ist.]
Abdul Haris Ibrahim, alumni FKM Unhas yang lolos sebagai Awardee LPDP.[Foto:/Ist.]

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) merupakan sebuah platform yang dibawahi langsung oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia dalam pengadaan beasiswa di jenjang master dan doktoral.

Menjadi Awardee LPDP merupakan sebuah hal yang tidak mudah untuk diraih. Pasalnya, LPDP menerapkan persyaratan yang sangat rumit dibandingkan institusi penyedia beasiswa lainnya. Jika biasanya provider beasiswa lain seperti Fullbright, Austalian Award Scholarship (AAS), Chevening, DAAD, serta Erasmus Mundus hanya memiliki dua tahap yakni, seleksi administrasi dan wawancara, lain halnya dengan LPDP. Lembaga ini mengharuskan pesertanya untuk menjalani tiga rangkaian tes yakni, terdiri antara seleksi administrasi, seleksi online assessment, dan seleksi substansi, untuk kemudian dapat dinyatakan sebagai Awardee LPDP.

Seorang Alumnus, Abdul Haris Ibrahim, dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin telah dinyatakan sebagai seorang Awardee LPDP. Menurut pengakuan Abdul Haris Ibrahim yang akrab dipanggil Haris mengatakan bahwa, jika melolosi serangkaian tahapan seleksi LPDP bukanlah hal yang mudah. Diantara provider beasiswa lain, LPDP merupakan lembaga penyedia beasiswa yang sangat ketat dalam menyeleksi penerimanya.

Baca Juga :   Yayasan Hadji Kalla Gandeng FKM Unhas Adakan Program Kampung Sehat

Haris merupakan alumni FKM Unhas  yang berhasil diterima sebagai penerima beasiswa LPDP dengan tujuan kampus yaitu, University of Michigan.

Saat ditanyai keputusannya untuk memilih kampus tersebut, ia mengatakan jika kampus tersebut merupakan kampus yang mumpuni dalam pengembangan bidang Health Informatics. “Hal ini  saya putuskannya dengan mempertimbangkan kondisi bangsa Indonesia yang telah memasuki Industri Revolusi 4.0 dan tentu saja diwajibkan untuk memiliki Sumber Daya Manusia yang handal dalam teknologi informasi,” terang Haris.

Sebagai informasi, University of Michigan menduduki posisi 20 Top Global University versi QS World Rangking. Dalam pengembangan Informatika Kesehatan dirinya mengaku sangat tertarik dengan disiplin ilmu yang dapat menyandingkan ilmu antara Kesehatan Masyarakat dan Sistem Informasi.

Dalam persiapan LPDP, Haris berbagi cerita jika dirinya telah menghabiskan waktu kurang lebih dua tahun untuk mempersiapkan hal tersebut.

Dulu, ketika masih aktif sebagai mahasiswa strata satu (S1), Haris merupakan salah satu mahasiswa FKM Unhas yang sangat aktif di bidang kemahasiswaan. Pengalaman berorganisasi itulah yang turut membantunya selama proses seleksi berlangsung.

Baca Juga :   FEBI UIN Alauddin Lakukan Kajian Rutin Kembangkan Ilmu Pengetahuan

“Bagi teman-teman yang ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi (master atau doktoral) sebaiknya memeprsiapkan diri sejak dini, sejak duduk di bangku mahasiswa S1,” sarannya.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan FKM Unhas, Prof Sukri Palutturi, SKM., M Kes., MSc PH, PhD sangat mengapresiasi prestasi yang cukup cemerlang ini, tidak banyak mahasiswa di Indonesia ini yang bisa kuliah di universitas selevel ini.

“Dapat diakui bahwa memang belakang ini ada beberapa mahasiswa FKM Unhas yang mampu memperlihatkan kemampuan akademiknya disamping keorganisasiannya yang cukup bagus. Hampir setiap tahun ada beberapa mahasiswa FKM yang dapat melanjutkan studinya misalnya di Australia, Jepang dan Belanda,” ungkap Prof Sukri.

“Kami berharap bahwa adek-adek mahasiswa selalu mempersiapkan dirinya terutama selama masa pendidikan karena mereka lah yang akan menentukan nasib bangsa ini ke depan. Terutama dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia. Mereka harus memiliki kemampuan bahasa, jejaring disamping penguasaan bidang keilmuan yang digelutinya,” harapnya.(*)

Baca Juga :   Unhas Hadirkan Imam Masjid New York Syamsi Ali di Masjid Kampus