BEM Sastra Unibos Ajak Siswa SMA Kritis Melalui Karya Sastra

Suasana lomba karya sastra, baca dan tulis puisi tingkat SMA.[Foto:/Ist.]
Suasana lomba karya sastra, baca dan tulis puisi tingkat SMA.[Foto:/Ist.]

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Mengajak siswa memahami sastra dan tetap melestarikan karya sastra, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sastra Universitas Bosowa (Unibos) gelar Lomba Karya Sastra, Baca dan Tulis Puisi Tingkat SMA. Kegiatan ini digelar di Lobby Gedung I Unibos, Jumat, 3 Mei 2019.

Kegiatan ini diikuti 23 peserta dari beberapa sekolah termasuk SMA 6 Makassar, SMK Telkom Makassar, SMA 19 Makassar, SMAN 13 Makassar, SMAN 17 Makassar, SMKS Mutiara Ilmu, MAN 3 Makassar, SMA Wahyu Makassar dan SMA 10 Makassar.

Dengan mengusung tema, “Pendidikan Karakter Melalui Lomba Karya Sastra Memperingati Hari Pendidikan”, Ketua BEM Sastra Unibos menuturkan maksud lomba dilaksanakan untuk memperingati hari pendidikan nasional.

Suasana lomba karya sastra, baca dan tulis puisi tingkat SMA.[Foto:/Ist.]
Suasana lomba karya sastra, baca dan tulis puisi tingkat SMA.[Foto:/Ist.]
“Ini merupakan lomba pertama kami di tahun 2019. Dengan harapan sastra yang terlupakan akan tetap abadi di generasi bangsa. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa memacu siswa kembali menghidupkan kembali karya sastra dengan lomba puisi. Ini juga kami peruntukan agar generasi bangsa dapat mengembangkan potensi supaya lebih kritik dengan cara yang berbaur dengan seni,” terang Peterclaver Roessel Batoteng.

Baca Juga :   Isu Pendidikan Dasar jadi Tema Konferensi Internasional PGSD UNM

Sebab kritik itu, kata Peterclaver, lebih terpahami jika tersampaikan dalam puisi dan prosa. “Semoga generasi tidak semakin masa bodoh dengan sastra yang kian terlupakan,” harapnya.

Hal tersebut juga diutarakan salah satu Dosen Sastra Unibos yang menjadi juri dalam lomba ini.

“Kegiatan ini akan memberi wadah generasi menyalurkan pikiran lewat bakat seni dan bisa memberi peluang bagi mahasiswa fakultas sastra juga untuk mengimplementasikan ilmunya. Ini bisa menjadi acuan dan cermin kecerdasan gen muda kita dalam menulis kritik melalui kata yang lebih indah,” ungkap Dra. Dahlia D Moelier, M.Hum.

Dalam lomba ini, selain Dra. Dahlia D. Moelier, M.Hum panitia juga mengajak beberapa juri eksternal seperti Nursyamsilis, M.Pd dan  Akbar Slamet, S.Psi yang merupakan penggiat seni. Lomba ini memiliki beberapa kriteria penilaian, termasuk kecermatan, cara mengekspresikan puisi dan pesan yang disampaikan dalam puisi. (FP)