Berbagi Itu Sederhana

Pejuang Nasi membagikan nasi bungkus kepada tukang becak dan petugas kebersihan

Komunitas Berbagi Nasi Makassar

“Sebungkus nasi tidak akan mengubah kehidupan seseorang tapi dari sebungkus nasi kita diajarkan lebih peduli dan peka terhadap sesama”

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Begitu rangkaian kata yang menjadi ciri khas dari Komunitas Berbagi Nasi. Komunitas inimerupakan suatu gerakan sosial yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat berbagi dengan membagikan nasi bungkus kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Bandung, merupakan kota pertama lahirnya Komunitas Berbagi Nasi yang diinisiasi oleh Danang Nugroho, Aris & Abu Marlo. Kemudian di tanggal 11 Februari 2013, komunitas Berbagi Nasi hadir di kota Makassar oleh Mak @Jowvyk, Oppa @lelakibugis, kaka @yoekeDR & @ryanhdyt.

Di tanggal yang sama, Mak @Jowvyk, Oppa @lelakibugis, kaka @yoekeDR & @ryanhdyt melakukan kegiatan pertama dengan membagikan 44 nasi bungkus. kegiatan berbagi nasi ini berlangsung tiap hari hingga tanggal 14 Februari 2013 dan diikuti dengan semakin bertambahnya orang-orang yang berpartisipasi sebagai #PejuangNasi (istilah yang digunakan kepada teman-teman yang ikut berpartisipasi baik secara financial, berdonasi nasi bungkus, maupun teman-teman yang ikut serta dalam membantu membagikan nasi bungkus).

Di ulang tahunnya yang pertama, Komunitas Berbagi Nasi merayakannya dengan membagikan nasi dan pemeriksaan kesehatan di TPA Antang dan Kampung Savana Hertasning. Komunitas Berbagi Nasi pun semakin menunjukkan eksistensinya dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosial secara konsisten.

Adapun kegiatanBerbagi Nasi, di antaranyamemberi bantuan kepada korban kebakaran, Serangan Nasi yang membagikan 1200 bungkus nasi, Proklanasi yang melakukan upacara bendera di tempat pembuangan sampah bersama pemulung, gathering berbagi dengan membagikan sembako dan pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga miskin dan dipenghujung 2014 melakukan aksi belasungkawa dan doa bersama untuk korban kecelakaan pesawat air asia QZ 8501 dan kepada semua korban bencana yang terjadi di Indonesia pada tahun 2014.

Baca Juga :   Perkenalkan Makassar Lewat Blog

Situasional dan Fungsional

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Komunitas Berbagi Nasi bersifat rutin, situasional dan kondisional. Kegiatan yang bersifat rutin yang dilakukan yaitu, gentayangan (membagikan nasi pada tengah malam dan sekaligus melakukan pemeriksaan kesehatan gratis kepada target (tukang becak/bentor, pemulung, petugas kebersihan) yang dilakukan dua bulan sekali; #KanrePagi (membagikan sarapan kepada para tunawisma, pemulung, penyapu jalan dan lain-lain); #KanreMalam (membagikan makan malam kepada mereka yang bekerja di malam hari, mereka yang tidur di emperan toko ataupun mereka yang kelaparan malam hari).

Kegiatan yang bersifat situasional/accidentil kegiatan ini dilakukan jika ada bencana di Kota Makassar maupun nasional. dan kegiatan yang berikutnya adalah kegiatan kondisional. Kegiatan yang dilaksanakan pada saat hari raya/hari besar nasional seperti, Proklanasi (berbagi nasi dan berbagi makna kemerdekaan kepada para pemulung di TPA Antang sebagai bentuk peringatan hari Proklamasi); Berbagi daging qurban (mengumpulkan daging qurban dan membagikannya di kampung pemulung di Kampung Savana); Hari Nasi Sayang (membagikan nasi dan cinta di hari kasih sayang); Nasi untuk Kartini (membagikan bingkisan kepada “kartini” masa kini di hari kartini); Serangan nasi (membagikan 1200 nasi serentak ke seluruh wilayah Makassar); Gathering berbagi (membagikan sembako dan pemeriksaan kesehatan sekaligus berwisata)

Baca Juga :   Wujudkan Mimpi Anak Indonesia, Sebar Buku hingga ke Pelosok

Kendala-kendala

Berbagi Nasi selama enam tahun tetap konsisten melakukan aksi-aksi sosial, memberikan uluran tangan kepada mereka yang kurang beruntung tetapi tidak mengemis. Pun memberikan sebungkus nasi kepada mereka yang masih harus berjuang di bawah rembulan hingga sang fajar kembali menyapa, kepada mereka yang membiarkan tubuhnya dijilati oleh angin malam hanya demi sesuap nasi tanpa mengemis. Walaupun tetap konsisten, bukan berarti komunitas ini tidak luput dari kendala.

Situasi dan keamanaan kota Makassar yang beberapa bulan lalu tidak kondusif  sempat menjadi penghalang bagi para pejuang nasi untuk membagikan nasi bungkus. “Beberapa bulan lalu kami sempat terkendala dengan situasi malam hari kota Makassar yang tidak kondusif kita sampai sempat tidak berbagi di malam hari. karena kita juga harus pikirkan keselamatan,” tutur Iyan, salah satu anggota Komunitas Berbagi Nasi.

“Kita biasanya mulai berbagi itu sekitar jam delapan sampai jam sembilan malam. karena pada saat itu kondisi di malam hari tidak kondusif, kita sempat memilih untuk berbagi di pagi hari selama beberapa bulan sampai kondisi kembali kondusif baru kita kembali berbagi di malam hari,” tambahnya.

Petik Pelajaran Bersyukur

Selama bergabung dengan Komunitas Berbagi Nasi, menurut penuturan Iyan, pelajaran paling berharga yang bisa Ia petik adalah bersyukur. Bersyukur bisa dalam keadaan berkecukupan. Sementara di luar sana masih ada orang yang untuk membeli makan saja susah.

“Tujuannya kami itu cuma mau berbagi secara sederhana. Kita cuma mau memperlihatkan kepada pejuang nasi bahwa berbagi itu cukup sederhana. Nasi yang kita bagi pun itu dibungkus pakai kertas nasi bukan dipakaikan kotak nasi. Logo kita pun nasi bungkus,” jelasnya. 

Baca Juga :   Tak Sekadar Merajut

Iyan lebih menekankan bahwa, berbagi itu sederhana. “Makanya tagline kita itu tidak perlu menunggu berlebih untuk berbagi. Berbagilah mungkin akan dilebihkan.

Pejuang Nasi yang melakukan pemeriksaan kesehatan gratis

Lebih lanjut, Iyan juga menceritakan bahwa awal Ia bergabung dengan komunitas ini karena ingin berbagi rejeki pada saat merayakan ulang tahunnya kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. “Selama ini kalau kita mau berbagi kan pasti ke panti asuhan. Saya mau lain, saya mau berbagi dengan orang-orang yang benar-benar membutuhkan. Kemudian saya bertemu dengan komunitas ini di twitter. Kemudian berlanjut dengan mencari-cari informasi tentang komuntas ini. Akhirnya saya bergabung hingga saat ini,” ceritanya.

Lain lagi dengan cerita dari Oppa @lelakibugis. Awal Ia bergabung karena diajak oleh Mak @Jowvyk bersama dengan tiga teman lain. Kemudian mereka mencoba untuk memulai membagikan nasi bungkus. “Awalnya Cuma coba-coba berbagi dengan 44 bungkus. Setelah itu iseng posting ke twitter mengajak orang ternyata responya bagus . awalnya juga masih pakai dana pribadi namun itu tidak berlangsung lama. Karena bantuan sosial media dan banyak yang respon, Alhamdulillah sejauh ini untuk dana selalu ada,” tuturnya. Oppa @lelakibugis juga berbagi cerita tentang suka duka selama bergabung dengan Komunitas Berbagi Nasi. “Saya yang pertama sih waktu berbagi nasi yang pertama. Saya kan tidak makan nasi. Bahkan mencium bau nasi pun kadang saya merasa mual. Tapi itu seru sekali akhirnya sudah terbiasa. Bahkan dulunya kami sempat dianggap sebagai tim sukses waktu pemilu. Nyaris saya Tidak menemukan dukanya selama bergabung di komunitas ini. Semuanya sukacita dan saya juga jadi tau ternyata masih banyak orang baik di kota Makassar hanya butuh orang-orang sebagai penengah untuk menyalurkan kebaikan mereka,” katanya. (FP)