Dosen FKM Unhas Kenalkan Stres Kerja Bagi Petugas ATC Makassar

Suasana pemaparan materi manajemen stres dan safety performance pada petugas lalu lintas udara. [Foto: Ist/]
Suasana pemaparan materi manajemen stres dan safety performance pada petugas lalu lintas udara. [Foto: Ist/]

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Tim dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bagi karyawan Air Traffic Controller (ATC) di Hotel Harper Perintis, Makassar, Kamis, 1 November 2018.

Kegiatan pengabdian tersebut mengambil topik tentang manajemen stres dan safety performance pada petugas lalu lintas udara. Peserta merupakan pemandu pilot dalam menjalankan pesawat mulai proses take off sampai tiba di tujuan.

Kegiatan ini diikuti oleh 26 orang peserta yang terdiri dari ATC senior dan junior. Ketua tim pengabdian, Dr Lalu Muhammad Saleh, SKM., MKes menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan agar para pihak ATC dapat mengenali masalah yang dihadapi terkait stres kerja demi meminimalisir terjadinya human error. “Kita bekerjasama dengan pihak Air Traffic Controller Association Makassar. Profesi ATC termasuk pihak paling berjasa dalam keselamatan penerbangan, seperti yang terjadi pada petugas ATC Palu yang merelakan jiwanya untuk keselamatan penerbangan pesawat,” jelas Dr Lalu Muhammad Saleh.

Ketua Indonesia Air Traffic Controller Association (IATCA), Taufik Alexander, ST, MM dalam sambutannya berpendapat kegiatan ini sangat penting mengingat vitalnya profesi ATC. “Pengetahuan terkait manajemen stres itu penting agar petugas ATC mengenali apakah mereka mengalami stres atau tidak, dan juga mengetahui pada posisi mana tingkat stresnya,” jelas Taufik Alexander.

Baca Juga :   Tiga Guru Besar AKK FKM Unhas Presentasi di Forum Internasional

Sementara itu, Manajer Safety Management System (SMS) Bapak Andi Ibrahim, SAP, MM menambahkan pentingnya pengetahuan tentang kondisi stres agar dapat mengenali keadaan diri sendiri.

Kegiatan ini menyajikan beberapa topik seperti pengenalan dasar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan penyakit akibat kerja (PAK). Materi ini disajikan oleh Dr dr Syamsiar S. Russeng, MS.

Selain itu, kegiatan ini turut menghadirkan Elvita Bellani, SPsi., MSc. seorang psikolog dan konselor guna memberikan wawasan kepada petugas ATC tentang cara mengenali stres kerja dan mengelolanya secara tepat.

Materi lain yang diberikan yaitu tentang safety performance oleh Dr Lalu Muhammad Saleh, SKM, MKes. Dalam paparannya, Dr Lalu Muhammad Saleh menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi kinerja seorang petugas ATC. Materi ini didasarkan pada kajian mendalam melalui penelitian saat menyelesaikan disertasi di Bidang K3 Penerbangan.

Seperti diketahui, bekerja sebagai air traffic controller merupakan profesi penting dalam dunia penerbangan. Petugas ini yang memandu pesawat mulai dari take off sampai landing, juga menentukan posisi pesawat di darat maupun di udara. Petugas ATC juga mengatur jarak antarpesawat (separasi). Oleh karena itu, pekerja perlu ketelitian dan tingkat konsentrasi yang tinggi dalam proses kerjanya.

Baca Juga :   Bantu Korban Bencana Lombok, Unhas Berangkatkan Tim Medis

 

Editor: Ibhel