Dosen Unibos Bantu Pengembangan Kue Bugis Masyarakat Cempa

Dosen Unibos Muh Idris, M Si., dari Fakultas Ekonomi bantu kembangkan usaha Kue Bugis berbasis pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Cempa Kabupaten Pinrang. Kegiatan ini dilaksanakan dengan difokuskan pada Sentra Industri Karasa Kabupaten Pinrang, Rabu, 14 Agustus 2019.

Pinrang, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Sebagai salah satu program pembinaan desa mitra, Dosen Universitas Bosowa (Unibos) bantu kembangkan usaha Kue Bugis berbasis pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Cempa Kabupaten Pinrang. Kegiatan ini dilaksanakan dengan difokuskan pada Sentra Industri Karasa Kabupaten Pinrang, Rabu, 14 Agustus 2019.

Dalam pengembangan usaha ini, Dosen Unibos Muh Idris, M Si., dari Fakultas Ekonomi mengadakan kegiatan tersebut dengan maksud membantu masyarakat dalam mempermudah proses produksi melalui bantuan alat khusus.

Muh Idris, M Si., menuturkan kegiatan ini digelar selain untuk memperkenalkan kepada masyarakat sasaran terkait produksi yang dapat ditingkatkan dari bantuan teknologi atau alat khusus, kegiatan ini juga ditujukan untuk mendorong peningkatan pendapatan masyarakat.

“Dengan alat bantu yang kita berikan, ke depan kita berharap masyarakat dapat membuat kue bugis dengan berbagai varian sehingga jika terdapat warga luar yang berkunjungan ke kabupaten Pinrang, maka Pinrang juga telah memiliki kue khas yang berciri tradisional,” katanya.

Alat bantu yang diberikan Dosen Unibos berupa tiga mesin pengolahan pangan yang mempermudah proses pembuatan kue. Tiga mesin tersebut diberikan kepada kelompok pembuat kue tradisional yang terbagi tiga kelompok. Seperti Kelompok Gemilang, Kelompok Multazam dan Kelompok Tunas Harapan.

Baca Juga :   Resmikan Laboratorium Teknik Sipil Unibos, Ini Harapan Subhan Aksa

Salah satu masyarakat Kecamatan Cempa, Hasrul memberi tanggapan baik atas kegiatan yang dilakukan Dosen Unibos tersebut.

“Dengan adanya bantuan alat produksi yang dapat meringankan biaya produksi ini, kami harapkan  masyarakat dapat memelihara bantuan ini dan memanfaatkan sebaik mungkin dalam berkreasi membuat kue tradisional,” ungkap Hasrul. (FP/*)