Dosen Unismuh Jadi Pembicara Seminar Nasional

Bandung, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Pogram studi PGMI UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Seminar nasional 2019. Seminar yang mengusung tema, “Pengembangan Karakter Calon Guru MI” itu diadakan di Kampus II UNIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 21 Oktober 2019.

Kegiatan Seminar Nasional ini menghadirkan nara sumber yaitu, Drs Anas Salahuddin, M Pd (Ketua Asosiasi Jurusan PGMI Se-Indonesia), H Yayan Carlian, M Pd (Dosen UIN SGD Bandung) Muh Erwinto Imran, M.Pd (Dosen Unismuh Makassar), Anggy Giri Prawiyogi, M.Pd (Dosen UBP Karawang), MT Hartono Ikshan, M.Pd (Dosen STKIP Sebelas April Sumedang), dan Neni Nadroti Muslihat, S.Pd.i., M.Pd (Dosen IPI Garut Bandung)

Dosen PGSD Unismuh Makassar, Muh Erwinto Imran, M. Pd, yang juga calon kandidat doktor Pendidikan dasar SPs UPI menjelaskan pembentukan Karakter dapat dimulai dari membiasakan berbagai kegiatan yang positif.

“Pembelajaran multiliterasi dapat menjadi sarana bagi guru dalam menanamkan benih nilai-nila karakter dari tanggungjawab, disiplin, komunikasif dan berbagai nilai karakter lainnya,” terangnya.

Ketua jurusan PGMI UIN SGD Bandung,H. Yayan Carlian, M.Pd  mengatakan , Prodi PGMI rutin melaksanakan kegiatan seminar dalam membekali mahasiswa yang merupakan calon guru MI berbagai kompetensi.

Baca Juga :   Mahasiswi Unismuh Makassar Raih Juara Penulisan KTI

Guru memiliki tanggung jawab dalam mendidik khusunya membantu dan menginspirasi  peserta didik dalam melakukan tindakan positif di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

Para pembicara lainnya juga menyampaikan peran memiliki nilai-nilai karakter sebagai seorang guru.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy dalam sebuah sambutan mengatakan bahwa bangsa besar adalah bangsa yang memiliki karakter kuat berdampingan dengan kompetensi yang tinggi, yang tumbuh dan berkembang dari pendidikan yang menyenangkan dan lingkungan yang menerapkan nilai-nilai baik dalam seluruh sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hanya dengan karakter yang kuat dan kompetensi yang tinggilah jati diri bangsa menjadi kokoh, kolaborasi dan daya saing bangsa meningkat sehingga mampu menjawab berbagai tantangan era abad 21. (Rls)