Dosen Unismuh Makassar Berikan Pelatihan Pengembangan Potensi Guru di Kabupaten Cianjur

Muh. Erwinto Imran, M.Pd Dosen Unismuh Makassar beri pelatihan pengembangan potensi guru dari 15 sekolah di Kabupaten Cianjur.

Cianjur, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Dalam menghadapi era RI 4.0 dan society 5.0 para guru-guru lebih dari 15 sekolah di Kabupaten Cianjur diberikan pelatihan Pengembangan Potensi Guru dengan tema, “Menjadi Guru Inspiratif”

Pelatihan tersebut diadakan oleh SDIT Makiya yang berlansung selama dua hari dari. Tanggal 6-7 September 2019.

Pelatihan pengembangan potensi guru tersebut sengaja diadakan oleh SDIT Makiya untuk mengembangkan kemampuan guru-guru khususnya berbagai kemampuan dalam menggunakan strategi dan model pembelajaran.

Hal ini dianggap dapat membuat para guru lebih banyak memiliki wawasan yang dapat membantu dalam melaksanakan aktivitas pembelajaran yang disesuaikan dengan tuntunan zaman saat ini.

Pelatihan pengembangan potensi guru ini menghadirkan nara sumber yaitu Muh. Erwinto Imran, M.Pd (Dosen Unismuh Makassar), Muhammad Rifqi Mahmud (dosen UIN SGD Bandung), dan Ida Siti Faridah, M.Pd (Guru Berpestasi Jawa Barat 2013).

Pada kesepatan itu, Rifqi selaku narasumber yang merupakan kandidadat doktor Pendidikan Dasar meyampaikan berbagai macam kebutuhan keterampilan era RI 4.0 dan society 5.0.

Baca Juga :   HMJ Matematika Unismuh Bakal Gelar Lomba Matematika Nasional

“Guru perlu mengembangkan potensi sehingga dapat menjadikan anak didiknya kaya akan keterampilan abad 21,” ungkap Rifqi.

Erwin yang juga calon kandidat doktor Pendidikan dasar SPs UPI dan pegiat multilierasi mengajak para guru untuk menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan karakter dan kondisi di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, narasumber memperkenalakan model pembelajaran RADEC yang dapat menfasilitasi berbagai kemampuan abad 21, salah satunya kemampuan multiliterasi.

Kegiatan pelatihan pengembangan potensi guru seperti ini banyak ditunggu-tunggu dan dinanti oleh para guru dalam membekali mereka  berbagai kemampuan yang dibutuhkan dalam mengajar.

Kedepan guru-guru mengikuti kegiatan ini bisa menjadi agen perubahan dan pembaruan bagi dunia pendidikan. (FP/Rls)