Dosen UPI dan Unismuh Makassar Bahas Multiliterasi di NTNU Taiwan

Taiwan, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Beberapa dosen dari beberapa Universitas di Indonesia (Hany Handayani, Dyah Lemasya, Mubarok Sumantri, Dr. Wahyu Sopandi, dan Muh. Erwinto Imran) melakukan kunjungan dan FGD ( Focus Group Discussion) di NTNU (National Taiwan Normal University), Jum’at (19/04/2019).

Dalam kegiatan FGD yang dilakukan bersama salah satu professor di NTNU Prof. Hsin Kai Wu terkait kurikulum dan model pembelajaran. Dalam kesempatan ini, Dosen UPI (Universitas Pendidikan Indonesia), Dr. Wahyu Sopandi mengemukakan padatnya isi kurikulum di Indonesia mengharuskan adanya suatu model yang dapat mengakomodasi tujuan kurikulum dan pembelajaran.

Disisi lain, Ia juga mengenalkan Model RADEC (Read-Answer-Discuss-Explai-Create) dan tahapannya yang dapat mengakomodasi beberapa keterampilan yang harus dimiliki siswa saat ini.

“Model RADEC ini saya buat dengan menyesuaikan karakter dan budaya di Indonesia. Tentu saya berharap ini menjadi suatu terobosan terbaru dalam dunia pendidikan khususnya menjadi sarana dalam mengajarkan Keterampilan Abad 21 (4C dan Multiliteracy),” tuturnya.

Hal ini turut di amini oleh Muh. Erwinto Imran salah satu Dosen PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) Universitas Muhammadiyah Makassar yang juga hadir dalam kegiatan ini.

Baca Juga :   Rektor UNM Lantik 104 Pejabat Baru

Ia menyampaikan pentingnya kemampuan Multiliterasi dimiliki oleh siswa di Indonesia agar dapat menyesuaikan dengan kemajuan teknologi dan tuntutan abad 21.

“Hal ini ditinjau sangat perlu. Oleh karena itu proyek pengembangan instrumen multiliterasi yang saat ini dilakukan, dimana instrumen yang dikembangkan dapat mendukung pembelajaran multiliterasi di kelas,” pungkasnya.

Terlebih lagi, Prof. Hsin kai Wu juga mendukung sebuah instrumen yang dapat memotret dan mengukur suatu proses pembelajaran.

Reporter: Ahadri