Era Revolusi Industri 4.0, Mahasiswa dan Alumni Harus Asah Soft Skill

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Pendidikan merupakan peluang dan tantangan di era revolusi industri ini. Olehnya itu, mahasiswa maupun alumni tak hanya memoles hard skils tapi juga harus mengasah soft skill yang menjadi tuntutan dalam era revolusi industri 4.0.

Hal tersebut disampaikan Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bone, Dr Muhammad Jufri Rasyid SE MSi usai menggelar wisuda yang bertajuk “Pendidikan, Peluang dan Tantangan pada Revolusi Industri 4.0” di Auditorium Andi Abdullah STKIP Muhammadiyah Bone, Jl Abu dg Pasolong, Watampone. Sabtu (29/12/2018).

“Pendidikan itu merupakan peluang dan tantangan di era revolusi industri 4.0. Peluangnya adalah ketika alumni telah selesaikan studinya di Perguruan Tinggi (PT), dan itu mesti ditambah dengan beberapa soft skill,”kata Dr Muhammad Jufri saat ditemui FAJAR PENDIDIKAN usai acara wisuda

Skill, lanjut Dr Muhammad Jufri, meliputi hard skill maupun soft skill yang dimiliki mahasiswa atau alumni itu sendiri. Selain pendidikan di PT, pendidikan di dalam lingkungan keluarga, tempat lain, juga disebutnya dibutuhkan mahasiswa atau alumni untuk lebih mengembangkan diri. Hal ini mesti disadari kesadaran bahwa proses pembentukan karakter dan soft skill mahasiswa tanpa paksaan, dapat membawa hasil yang lebih baik. Sebab, keinginan untuk berubah dari diri mahasiswa itu sendiri.

Baca Juga :   FKM Unhas Gelar Lomba MTQ dalam Rangka MTQMN di Banda Aceh

“Tentu kita berharap mahasiswa atau alumni ini, harus adaptif kedepan. Kalau skill nya memang mumpuni dan ditambah pengetahuan dasar yang sudah memadai maka itu menjadi peluang tersendiri bagi mahasiswa atau alumni PT tersebut,” jelasnya.

Sebaliknya, masih jelas Dr Jufri, jika mahasiswa atau alumni kurang memliki hard skill dan soft skill, tentunya akan menjadi tantangan tersendiri baginya dan tidak menutup kemungkinan menjadi kembali ke nol.

Sekedar diketahui penanaman soft skill mencakup karakter inti manusia seperti kreativitas, imaginasi, emosi, intuisi dan etik membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Reporter: Abustan