FKM Unhas Siap Raih Medali Emas di Pimnas 2020

Dekan FKM Unhas Dr Aminuddin Syam, SKM., M Kes., M Med Ed., (kanan) dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKM Unhas Prof Sukri Palutturi, SKM., M Kes., MSc PH, PhD (tengah) saat memberikan arahan tentang Pimnas 2020 kepada 100an mahasiswa FKM Unhas.

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) serius untuk mempersiapkan dan mengembangkan kemahasiswaan terutama dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), tembus dan bahkan meraih medali emas pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2020.

Hal tersebut disampaikan pada pertemuan langsung dengan para penerima beasiswa mahasiswa FKM Unhas yang berlangsung di Ruang Senat FKM Unhas, Rabu, 10 Oktober 2019.

Dekan FKM Unhas, Dr Aminuddin Syam, SKM., M Kes., M Med Ed., menyampaikan beberapa pesan kepada seluruh penerima beasiswa baik itu bidik misi, PPA, beasiswa daerah atau pun jenis beasiswa lainnya untuk wajib ikut PKM, tak terkecuali.

“Kalian adalah orang-orang terbaik. Penerima beasiswa itu adalah orang-orang terbaik, baik secara akademik, kompetensi dan aspek lainnya,” ujar Aminuddin.

“Anda menerima beasiswa bukan hanya karena anda tidak mampu secara ekonomis tetapi anda memiliki kecerdasan lebih dari yang lain sehingga anda menerima itu. Karena itu, anda harus buktikan,” tambahnya.

Sekitar 100an mahasiswa FKM Unhas memadati Ruang Senat FKM Unhas untuk mendengarkan arahan tentang Pimnas 2020 dari Dekan FKM Unhas dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKM Unhas.

Ikut PKM ini, kata Aminuddin banyak manfaatnya. Selain sebagai ajang untuk menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi, juga terbantu dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).

Baca Juga :   Besok, Prodi Kedokteran Hadirkan Dokter Terawan Agus Putranto

“Mereka yang lolos PKM dapat pendanaan dari DIKTI. Kesempatan melakukan kunjungan ke provinsi lain, bahkan jika meraih emas, Anda dapat kesempatan untuk melakukan kunjungan pada negara lain,” katanya.

Dekan lebih lanjut mengatakan bahwa, akan melakukan evaluasi mahasiswa yang tidak terlibat secara aktif dalam PKM ini. Setiap penerima beasiswa wajib memimpin dan membuat PKM.

Hadir sekitar 100an penerima beasiswa FKM Unhas dalam pertemuan tersebut.

Mahasiswa sangat antusias mengikuti penjelasan dekan yang juga dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKM Unhas (Prof Sukri Palutturi, SKM., M Kes., MSc PH, PhD), Kepala Kasubah Kemahasiswaan FKM Unhas (Drs Rustam), Tim Pokja dan Reviewer PKM (Muhammad Rahmat, SKM, M.Kes).

Salah satu peserta menyampaikan beberapa pertanyaan dan diskusi berkaitan dengan PKM tersebut, diantaranya, Muh Agung S dan Mochammad Al Anugerah Agus.

Keduanya menekankan pada reward yang diberikan kepada mereka yang dapat medali emas. Misalnya mahasiswa bebas skripsi dan hadiah umrah atau berupa motor atau bebas UKT bagi mereka yang medali emas.

Baca Juga :   Mahasiswa FKM Unhas Ikut Magang Perkuat Skill Pengendalian Resiko Lingkungan

Dekan menyampaikan bahwa mahasiwa yang meraih medali emas bukan bebas skripsi karena skripsi itu wajib bagi S1, yang bisa dilakukan adalah Proposal PKM tersebut dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menjadi skripsi.

“Ini penting dan perlu diapresiasi oleh hasil kerja keras mahasiswa bersama dengan pendampingnya. PKM yang meraih medali emas adalah proses panjang, dan penilaian sangat ketat,” ucap Dekan FKM Unhas.

“Tentang motor atau umaraih bagi yang juara itu terlalu kecil tetapi jika adek-adek yang juara dan diberi kesempatan ke Eropa atau negara lain itu lebih banyak manfaatnya lagi dan saya yakin pihak universitas akan siapkan itu dan juga tentu dari pihak fakultas siap memback up,” tambahnya.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan menambahkan bahwa fakultas juga akan siapkan kertas, tinta dan printer untuk kegiatan PKM ini.

“Anda bisa memanfaatkan ruangan saya dan ruangan Kasubag Kemahasiswaan untuk kepentingan PKM. Kamis, 11 Oktober 2019 akan dilakukan pertemuan besama dengan tim reviewer internal fakultas untuk melihat judul yang sudah masuk, anggota tim dan termasuk berkaitan dengan dosen pendamping,” ungkap Prof Sukri. (FP/RlS)

Baca Juga :   845 Wisudawan Unhas Dikukuhkan Hari Ke-2