FTI UMI Bersama ACT Sulsel Launching Dapur Kurban

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id -Fakultas Teknologi Industri (FTI) Univeristas Muslim Indonesia (UMI) bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulawesi Selatan melaunching program Dapur Kurban. Program tersebut merupakan aksi berbagi daging dalam rangka perayaan hari raya qurban.

Dekan FTI, Zakir Sabara mengatakan, program ini berawal dari kerjasama FTI dan ACT dengan mengirim enam ekor sapi ke Lombok. Pada waktu itu Lombok tengah mengalami bencana sehingga Zakir Sabara berinisiatif untuk memberi bantuan melalui campur tangan ACT.

“Dari situlah berawal program dapur kurban. Kampus harus selalu memberi bantuan dan uluran tangan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya di Aula MIP Liorang Lologau, Selasa (16/7).

Adapun serangakaian program ini dimulai dengan penyediaan hewan kurban, pengolahan daging kurban, hingga pemberian makanan. Pihak ACT akan mengolah daging tersebut hingga bisa disajikan dan dinikmati oleh warga dan sivitas UMI.

Dikatakan, Zakir Sabara ialah sasarannyawarga kurang mampu yang berada di sekitar kampus, anak panti asuhan, serta civitas UMI termasuk cleaning service dan lainnya. Warga tersebut nantinya akan dibagikan berupa kupon untuk bisa mengakses bantuan tersebut.

Baca Juga :   Krisda Putri, Atlet Cantik Peraih Emas Pertama Porda XVI Sulsel

“Inilah model kurban yg tepat, dipotong, masak dan langsung dikonsumsi, bisa juga dibawah pulang ke rumah supaya semua bisa merasakan,” katanya.

Rencananya, FTI akan menyumbangkan enam ekor sapi pada Hari Raya Kurban mendatang. Dua diantaranya akan dinikmati oleh warga sekitar kampus, sementara lebihnya akan di salurkan ke daerah-daerah yang sama sekali belum tersentuh atau merasakan nikmatnya daging kurban.

Adapun daerah yang disasar sebagai penerima bantuan ialah beberapa dusun di pelosok Tanah Toraja, Sinjai dan Kabupaten Pinrang. “ACT yang akan menjadi distributrornya, karena mereka tahu titik-titik yang layak untuk mendapatkan bantuan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Branch Manager ACT, Faisal Agunisman mengatakan, ACT beserta relawan-relawannya siap untuk menghendel program tersebut. Tahun ini ACT menargetkan 100.000 hewan kurban untuk disalurkan ke lima puluh negara di dunia.

“Tahun lalu ada 45 negara kita tambah jadi 50 tahun ini,” bebernya. (FP/*)