Guru Besar FKM Unhas Urai Healthy Cities dalam Konteks Local wisdom

Ketua Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Wilayah IV meliputi Sulawesi, Kalimantan, Maluku, dan Papua, Prof Sukri Palutturi, PhD.[Foto:/Ist.]
Ketua Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Wilayah IV meliputi Sulawesi, Kalimantan, Maluku, dan Papua, Prof Sukri Palutturi, PhD.[Foto:/Ist.]

Baubau, FajarPendidikan.co.id – Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Prof Sukri Palutturi, PhD menjadi narasumber pada seminar yang diselenggarakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau, Sabtu 10 November 2018.

Prof Sukri mengurai Healthy Cities (kota sehat) dalam konteks Local wisdom (kearifan lokal). Secara global, dari sebelas indikator yang ditetapkan oleh WHO, salah satu ukuran yang disebut kota sehat adalah kota ya bisa menghargai budaya yang ada dalam wilayah tersebut, bukan hanya karena kota bersih, aman, pemenuhan tempat tinggal bahkan status kesehatan yang baik.

“Di Indonesia pun, kota sehat yang berhubungan dengan faktor budaya diatur dalam tatanan pariwisata sehat yang ditangani oleh Dinas Pariwisata. Pariwisata sehat ini terdiri dari beberapa indikator misalnya tersedianya tempat-tempat wisata, hotel sehat, rumah makan sehat, jumlah wisatawan, tersedianya jaminan kesehatan bagi wisatawan dan sebagainya. Aspek-aspek budaya lokal diatur dalam tatanan ini dan harus dijaga dan dilestarikan,” jelas Prof Sukri.

Pembicara lainnya dalam seminar ini adalah Dr. Andi Asrina, SKM, M.Kes. Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia. Seminar ini diwakili oleh WR 1 dan 3 Universitas Dayanu Ikhsanuddin serta Dekan dan staf dosen FKM. Kurang lebih 200 orang yang hadir pada seminar ini.[Rls]

Baca Juga :   Hadir di Police Goes to Campus, Mahasiswa Papua Unhas Serukan Semangat Persaudaraan