IGI Harap Guru Honorer Diberi Insentif Minimal Setara UMP

Peringatan Hari Guru Nasional di Pelataran Kantor Dinas Pendidikan Sulsel [Foto: Ahadri]

Makassar, FajarPendidikan.co.id– Terkait insentif guru honorer yang sempat beredar akan dihapus di APBD Propinsi Sulsel membuat ketua IGI Sulsel Abdul Wahid Nara ikut berkomentar jika hal itu tak mungkin dilakukan mengingat guru honorer memiliki peran strategis dalam memajukan pendidikan.

“Tak mungkinlah gubernur dan wakil gubernur Sulsel akan menghapus insentif guru di APBD Propinsi”jelas Wahid Nara. “Malah kami dari IGI mengusulkan agar insentif mereka minimal setara dengan UMP” tambah mantan ketua KNPI Pinrang ini.
Jadi bukan sekedar terkait polemik insentif Rp. 10.000/jam tetapi juga mencari solusi bagaimana mencukupkan guru PNS di seluruh sekolah negeri serta menghapus sistem honorer dan PTT ini di dunia pendidikan.

“Kami menyambut baik, Gubernur Sulsel telah memerintahkan Disdik dan TP2D mengawal dan memastikan Insentif guru honorer dipertahankan dan DPRD pun sudah setuju” tambahnya.

Namun IGI Sulsel berharap lebih dari itu perlu ada kesepakatan kolektif untuk menjadikan guru tak lagi terhina dengan pendapatan minimal setara UMP. “Sangat kasian jika guru lebih rendah insentifnya dibanding buruh kasar yang bisa mencapai minimal 100 ribu perhari” jelas wahid nara.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sulsel H. Syaharuddin Alrif menjelaskan jika insentif guru tetap diperjuangkan dan berdasarkan hasil rapat banggar, disepakati honor guru honorer Rp 28 miliar dan itu dimasukkan dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA) Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel.

“Jadi insentifnya tetap sama seperti tahun lalu Rp 10 ribu perjam. Rp 4 ribu ditanggung APBD dan Rp 6 ribu ditanggung APBN,” kata Syahar mantan ketua pemuda muhammadiyah Sulsel ini.

Reporter: Ahadri