Implementasi Magang, FT Unhas Gelar FGD dengan Kementerian PUPR

FGD unhas dengan Kementerian PUPR

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT Unhas) menggelar Focus Grup Discussion (FGD) terkait Rencana Program Magang Bidang Jasa Konstruksi bagi mahasiswa senior dan lulusan baru FT Unhas. FGD yang berlangsung pada Senin, 12 Agustus 2019 ini dihadiri oleh nara sumber yaitu: Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dr Ir Syarif Burhanuddin, M Eng, IPU.

Hadir pula Kepala Balai Pengembangan Teknologi Konstruksi (BPTK) Ir Cakra Nugraha, MT., MM.

Dalam presentasinya, Syarif Burhanuddin menjelaskan tentang Peraturan Menteri PUPR Nomor 7/PRT/M/2019 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui Penyedia. Peraturan ini mensyaratkan penerapan Building Information Modelling (BIM) sebagai langkah untuk menjaga kualitas dari proses konstruksi. “Mahasiswa kita perlu dibekali dengan pemahaman terkait BIM ini,” kata Syarif.

FGD ini membahas kesiapan FT Unhas untuk menerapkan magang sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas lulusan. Dekan FT Unhas, Dr Ir Muhammad Arsyad, MT., mengatakan bahwa kurikulum yang ada sekarang pada dasarnya dapat diredesain untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Baca Juga :   Jumat Sehat Unhas Berlangsung Meriah, FK Penyelenggara

“Kita mempunyai Kuliah Praktek atau KP. Kita juga ada Kuliah Kerja Nyata atau KKN, termasuk KKN Profesi. Ini pada dasarnya mata kuliah yang bisa didesain ulang menjadi magang,” kata Arsyad.

Dengan magang ini, mahasiswa dan alumni akan diperkenalkan dengan realitas dan diarahkan untuk memiliki kemampuan yang sesuai dengan kondisi lapangan. Dalam skenario yang dipersiapkan oleh FT Unhas, ada dua pendekatan yang akan ditempuh terkait magang ini.

Yang pertama adalah magang bagi mahasiswa, dimana hal ini merupakan bentuk lain dari KP dan KKN. Kedua, adalah praktek bagi lulusan yang dapat diadopsi melalui program profesi insinyur (PPI).

Dekan FT Unhas menjelaskan bahwa saat ini dirinya akan segera mempersiapkan MOU dan MOA dengan pihak-pihak terkait. “Magang ini nantinya akan melibatkan BUMN, dimana Kementerian PUPR akan menjadi fasilitator yang turut membantu proses secara keseluruhan,” tutupnya. (FP)