Indonesia Menjadi Tuan Rumah Pameran Pendidikan Terbesar di Dunia

Ketua Umum IGI, Muhammad Ramli Rahim melakukan pertemuan perdana dengan perwakilan Tarsus Indonesia, membahas Global Education Support And Solution (GESS) 2019.[Foto:/Ist.]
Ketua Umum IGI, Muhammad Ramli Rahim melakukan pertemuan perdana dengan perwakilan Tarsus Indonesia, membahas Global Education Support And Solution (GESS) 2019.[Foto:/Ist.]

Jakarta, FajarPendidikan.co.id – Bertempat di Bengawan Solo Coffee Duta Merlin Jakarta,  Ikatan Guru Indonesia (IGI) melakukan pertemuan perdana dengan perwakilan Tarsus Indonesia, membahas Global Education Support And Solution (GESS) 2019 yang akan dilaksanakan pada September 2019 mendatang.

GESS adalah pameran pendidikan terbesar di dunia, dan Indonesia terpilih untuk menjadi salah satu tempat pelaksanaannya.

Berdasarkan penilaian Tarsus, GESS 2018 September lalu yang merupakan kolaborasi antara Tarsus dan IGI, berlangsung jauh lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya, baik dari sisi kualitas, maupun kuantitas pengunjung. Karena itulah Tarsus sangat bersemangat untuk bekerja sama kembali dengan IGI, pada GESS 2019.

Dalam pertemua  tersebut, IGI diwakili oleh Muhammad Ramli Rahim selaku Ketua Umum IGI dan Tarsus diwakili oleh dua orang, yaitu Gita Estanislao dan Kerstin Koschnick.

Pertemuan kali ini, kedua belah pihak berusaha mengolaborasikan ide dan gagasan dari IGI, sebagaimana pada GESS 2018, yang terlihat sangat cemerlang. Namun, semua itu hanya sebagai bahan bagi Tim Tarsus Indonesia untuk diiusulkan ke Tarsus UK, yang selanjutnya akan dibicarakan kembali pada pertemuan selanjutnya setelah ada petunjuk dari Tarsus UK.

Ada beberapa usulan yang disampaikan oleh IGI pada pertemuan tersebut, diantaranya adalah perlu disediakan ruangan yang lebih luas, yang mampu menampung jumlah peserta dan beragam kreativitas dari para guru anggota IGI, dari seluruh wilayah di Indonesia.

“Mengapa demikian? Karena di 2019 IGI akan kembali memberikan anugerah pendidikan Indonesia kepada para pimpinan daerah, para legislator, tokoh pendidikan dan para profesional yang secara nyata telah terbukti berpartisipasi terhadap upaya peningkatan kompetensi guru di seluruh Indonesia,” jelas Ramli.

IGI juga akan mempertemukan 1000 kepala sekolah terbaik dari seluruh pelosok tanah air, untuk mengikuti seminar internasional yang akan menghadirkan pembicara ternama dari Oxford University, dan beberapa perguruan tinggi terkemuka di dunia. Adapun materi utama seminar tersebut adalah pembahasan tentang STEM, HOTS dan upaya menghadapi era 4.O.

Selain  itu, kata Ramli, materi tentang manajemen sekolah, yaitu bagaimana seharusnya seorang kepala sekolah mampu memimpin sekolahnya, sehingga sekolah tersebut akan mampu melahirkan siswa-siswa yang tidak hanya memiliki kemampuan pengetahuan yang tinggi, akan tetapi juga memiliki kreativitas dan daya cipta yang luar biasa, dan diharapkan akan mampu menghadapi perkembangan zaman yang terus-menerus berubah.

Seribu kepala sekolah tersebut, akan diseleksi dan diusulkan oleh ketua daerah di kabupaten/kota masing-masing, dan untuk selanjutnya akan dilakukan seleksi tahap akhir oleh Pengurus Pusat IGI, bersama dengan pengurus wilayah IGI. Seribu kepala sekolah tersebut, selanjutnya akan diberikan penghargaan sebagai kepala sekolah paling inovatif di Indonesia

“IGI juga tetap akan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional 2019, yang akan dimulai dengan mengadakan rapat virtual, satu bulan sebelum pelaksanaan GESS di Jakarta. Hal tersebut dimaksudkan untuk lebih memudahkan koordinasi antara pusat, wilayah dan daerah,” terangnya.

“IGI juga meminta agar konferensi yang akan dilaksanakan di lima ruangan kecil saat GESS nanti untuk dikelolanya, dengan menampilkan Best Practice Pemanfaatan Pelatihan-Pelatihan IGI oleh para alumni pelatihan,” pungkasnya.(*)