Jawab Tantangan Pemerintah, Unhas Launching Prodi Vokasi D3 Kesehatan Terpadu

Launching dan kuliah perdana Prodi Vokasi D3 Kesehatan Terpadu Unhas.[Foto:/Ist.]
Launching dan kuliah perdana Prodi Vokasi D3 Kesehatan Terpadu Unhas.[Foto:/Ist.]

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Universitas Hasanuddin (Unhas) memulai babak baru pengembangan program studi kekinian. Dorongan kuat pemerintah agar PT membuka prodi berdasarkan kebutuhan dan perkembangan global. Unhas menjawab tantangan itu dengan membuka Program Studi Vokasi D3 Kesehatan Terpadu.

Program Studi Vokasi D3 Kesehatan Terpadu tersebut telah diresmikan dan memulai kuliah perdana pada Sabtu, 9 Februari 2019 di Ruang Senat Fakultas Kedokteran Unhas.

“Kuliah perdana dan launching prodi baru ini merupakan akhir dari proses panjang dalam menjembatani harapan pemangku kepentingan dan Unhas sebagai institusi pendidikan. Ini juga menjadi awal dari proses pembelajaran yang harus tetap mengedepankan kualitas,” kata Direktur Komunikasi Unhas, Suharman Hamzah, Ph.D.

Launching prodi ini dilakukan  oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unhas. Sedangkan kuliah perdana terhadap 36 orang mahasiswa baru, dibawakan oleh Kepala Pusat Pelatihan SDM Kementerian Kesehatan, dr Ahmad Soebagyo, MARS. Selain itu, turut hadir Dekan FK, Dekan Fakultas Keperawatan, Ketua Departemen dan Prodi dalam lingkup kesehatan.

Prodi Vokasi D3 Kesehatan Terpadu merupakan kerjasama antara Unhas dan Kabupaten Asmat Propinsi Papua.

Baca Juga :   Kurangi Pemanasan Global, Mahasiswa ITS Ciptakan Bahan Kaca Berlapis Zeolit

Terjadinya kasus campak dan gizi buruk di Agats Kabupaten Asmat di awal Januari 2018 turut dipikirkan dan ditindaklanjuti oleh sivitas akademika Unhas. Tanggung jawab intelektual sebagai “hub” pendidikan tinggi Indonesia Timur senantiasa dikumandangkan dari akal dan nurani warga Unhas.

Dekan Fakultas Kedokteran, Prof Budu sebagai penanggungjawab prodi ini menjelaskan awal mula kerjasama ini, ditandai dengan pengiriman tim Unhas ke Asmat pada awal Februari 2018 yang terdiri dari dokter dan residen senior sebanyak 19 orang.

“Dari pengamatan lapangan, Unhas melihat persoalan di Asmat tidak bisa hanya diselesaikan dalam jangka waktu pendek. Harus ada langkah konkrit jangka panjang yang Unhas harus lakukan untuk mempersiapkan generasi masa depan Papua melalui pendidikan khusus untuk itu,” kata Budu.

Prodi Vokasi ini telah melakukan tes seleksi masuk pada bulan Agustus 2018 yang dilaksanakan di Asmat. Ada 36 orang pendaftar yang dinyatakan lulus seleksi. Dan di akhir tahun 2018, 36 mahasiswa baru ini datang ke Makassar untuk memulai proses adaptasi. “Nantinya prodi ini akan dibina oleh tenaga pengajar dari lintas fakultas dibidang kesehatan (FK, FKG, FKM, FKeperawatan, FFarmasi),” ucapnya.

Baca Juga :   Dosen FKM Unhas Kenalkan Stres Kerja Bagi Petugas ATC Makassar

Sementara itu, Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, menyampaikan selamat atas launching dan kuliah perdana Prodi Vokasi Kesehatan Terpadu. “Ini adalah penegasan komitmen Unhas untuk selalu memberikan kontribusi terbaiknya sebagai tanggung jawab sosial universitas (communiversity). Selain itu, sebagai universitas kemanusiaan (humaniversity), langkah nyata seperti ini akan terus digelindingkan oleh Unhas ,” tutupnya. (FP)