Lima Penyebab Perang Suriah Yang Harus Diwaspadai Oleh Indonesia

Ilustrasi Konflik Suriah [Foto: Int]

Makassar, FajarPendidikan.co.id— Sejatinya peperangan tak akan membawa hasil bagi kedua pihakyang bertikai. Terlebih jika motivasinya hanyalah berupa ambisi politis  dan sejumlah kekayaan materi. Alhasil, masyarakat awam yang bakal menajdi korban sesungguhnya.

Berikut penyebab-penyebab perang di Suriah yang memang harus di waspadai agar tidak mengalami hal yang serupa;

  1. Isu panas politik yang dibungkus dengan nama agama

Menjelang tahun politik 2019 mendatang, mansyarakat indonesia sering terpapar oleh adanya berita dan isu-isu menjurus hoax yang kerap hilir mudik dimedia sosial. Oleh beberapa pihak yangg tidak bertanggungjawab, hal tersebut bahkan dikait-kaitkan dengan sebuah ormas yang mengusung agama didalamnya. Tentu saja, hal ini bisa menimbulkan polemik sekaligus rawan terjadinya gesekan ditengah-tengah masyarakat Indonesia yang dikenal beragam dan majemuk.

  1. Membenturkan kepercayaan yang ada di tengah-tengah masyarakat

Isu lainnya yang tak kalah penting adalah pembenturan keyakinan agama antara satu dengan yang lainnya. Berkaca dari kondisi Suriah seperti  yang  dituliskan oleh BBC.com, unsur sekitaran menjadi salah satu pemicu konflik yang berkepanjangan. Tentu saja hal ini tidak boleh terjadi di Indonesia. Negara kepulauan yang terdiri dari banyak suku dan keberagaman kepercayaan.

  1. Waspadai pengaruh pihak luar yang bisa menjadi bibit konflik
Baca Juga :   Alokasi Dana Mencapai 120M, Pendidikan di Sumba Tengah Masih Terlilit Masalah yang Kompleks


Berdasarkan penuturan WNI yang sempat menjadi bagian dari ISIS, semua propagandayang dilancarkan ke kelompok tersebut hanyalah kepalsuan belaka. Dilansir dari BBC. Com, hal ini terbongkar kala mereka yang semp[at ‘silau’ oleh ideologi kelompok teroris tersebut pulang ke Indonesia . Sejatinya bibit-bibit radikalismemacam ISIS di Timur Tengah merupakan ideologi yang salah dalam memahami ajaran Islam secara utuh. Hal inilah yang harus menjadi perhatian bagi pemerintah agar mengawasi masyarakatnya. Terutama hasutan-hasutan berbau propaganda yang menyerukan peperangan terhadap sesama umat dan penganut agama lainnya.

  1. Hasutan radikalisme untuk memberontak pada pemerintah yang sah

Sudah takdirnya, bahwa mereka yang telah termakan propaganda semu macam ISIS, berusaha menebar bebih-benih teror di Indonesia. Hal ini terkait Indonesia merupakan negara muslim terbesar Indonesia selain negara-negara yang berada  di Timur Tengah.

  1. Kondisi Masyarakat yang menjadi propaganda

Sebelum suriah dilanda konflik bersenjata, banyak warga yang mengeluh tentang tingginya angka pengangguran, korupsi dikalangan pegawai negeri dan tak adanya kebebasan berpolitik. Hal ini serupa dengan yang dialami oleh Indonesia. Dikawatirkan kondisi semacam ini bisa ditunggagi oleh kelompok tertentu untuk melancarkan misi terselubungnya. Dengan menyiarakan propaganda yang bermuatan narasi penderitaan rakya, ketidakmampuan pimimpin dalam mengelolah negara, korupsi dan sebagainya bisa memicu konflik yang berpotensi memecah belah kerukunan diantara masyarakat.

Baca Juga :   Ini Cara Dinas Sosial Barru Terampilkan Anak Telantar