Mahasiswa KKN PPM UNM Bulukumba Kenalkan Alat Pendeteksi Banjir

Mahasiswa UNM memperkenalkan alat pendeteksi banjir 9FOTO/IST)

Bulukumba, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Mahasiswa Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Universitas Negeri Makassar (UNM) Tahun 2019 memperkenalkan inovasi alat Pendeteksi Banjir.

Melalui Seminar Program Kerja dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Teknologi Informasi untuk Pembudayaan Sikap, Keterampilan dan Strategi Adaptasi dalam Menghadapi Bencana di Daerah Pesisir Pantai Kab. Bulukumba” di Kantor Desa Salemba Kec. Ujungloe Kab. Bulukumba, Rabu (17/07).

Haswandi selaku Koordinator Desa mengungkapkan bahwa seminar tersebut dilakukan untuk mengenalkan dan mensosialisasikan fungsi serta prinsip kerja alat yang dapat mendeteksi kenaikan muka air sungai maupun laut di Desa Salemba yang merupakan lokasi rawan banjir. Sehingga, diharapkan alat tersebut mampu membantu mengurangi resiko bencana banjir di Desa Salemba.

“Jadi belum ada kegiatan untuk pemasangan disini, nanti misalkan kedepannya warga masyarakat khususnya Desa Salemba menerima dengan baik, merespon dengan baik kemungkinan akan ada pemasangan nantinya,” ungkap pria asal Palopo ini.

Jayadi, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sekaligus salah seorang peserta seminar mengaku tertarik dengan alat tersebut. Menurutnya, alat tersebut sangat berguna untuk masyarakat Desa Salemba dalam mempersiapkan diri menghadapi banjir.

Baca Juga :   Bawakan Seminar Pendidikan, Rektor : UNM Kampus Digital Menuju Internasionalisasi
Alat Pendeteksi banjir yang diciptakan Mahasiswa KKN UNM (FOTO/IST)

“Kan sebelum-sebelumnya kan Air sudah naik, di tempat kami memang biasa kena banjir. dan jika adanya alat pendeteksi banjir seperti imni, kita bisa waspasa sebelumnya,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa apabila alat seperti itu telah ada di Desa Salemba, hal tersebut dapat meringankan pihak kabupaten dalam turun tangan membantu masyarakat Desa Salemba karena masyarakat dapat lebih waspada banjir. “Sebelum-sebelumnya kan langsung dari kabupaten bantuannya toh, semuanya dari bawah,” pungkasnya.