Memberi Lebih Baik Daripada Menerima

Penyerahan donasi secara simbolis. (Foto: Ist.)
Penyerahan donasi secara simbolis. (Foto: Ist.)

Komunitas Makassar Peduli

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Tepat di hari kemerdekaan Indonesia yang ke-71, komunitas ini lahir. Lahir dari sebuah rasa keprihatinan terhadap sesama manusia yang kurang mampu dalam menjalankan kehidupan. Adalah Komunitas Makassar Peduli atau MKP. Yang setahun kemudian sejak didirikan, memutuskan untuk menjadi sebuah lembaga sosial.

Lahirnya MKP diinisiasi oleh Rudy Wahab. Sehari-harinya, bapak dua anak ini, selain sibuk di MKP, Rudy juga melakoni pekerjaan sebagai driver online. Warga Gowa itu juga dipercayakan sebagai Ketua MKP.

“Bahwasanya tangan di atas jauh lebih baik dibandingkan tangan di bawah. Harta tidak akan di bawah mati. Amal jahiriyahlah yang akan kita bawa mati dengan membantu sesama diharapkan menjadi bekal nanti di akhirat terhindar dari azab kubur dan neraka,” ujar Husain, salah satu pengurus MKP, menjelaskan latar belakang terbentuknya MKP.

“Keprihatinan terhadap sesama manusia yang kurang mampu dalam menjalankan kehidupan dan agar semakin bersyukur akan nikmat yang Allah berikan kepada kami. Karena dasar itulah kami membentuk ini, komunitas MKP. Karena Lillahi Ta’ala tanpa unsur politik pun di dalamnya,” kata Husain.

Baca Juga :   Bantu Pemerataan Pendidikan, Relawan Pendidikan Dibutuhkan

Husain sendiri memutuskan untuk bergabung dengan MKP karena rasa kemanusiaan dan niat membantu sesama.

“Kekompakan. Walaupun kita awalnya tidak saling kenal. Berbeda-beda aktivitas tapi dengan adanya komunitas MKP, kita disatukan untuk sama-sama bisa membantu orang-orang yang dalam kesusahan menerjang banjir hanya untuk membantu kaum dhuafa,” tutur Husain menceritakan pengalamannya selama bergabung dengan MKP.

Visi dari MKP adalah lembaga kegiatan sosial yang bergerak dalam bidang kemanusiaan, mengedepankan MKP sebagai komunitas rasa peduli dan peka terhadap kemanusiaan dengan niat yang tulus, ikhlas guna memanusiakan manusia.

Untuk mewujudkan visi tersebut, MKP mengusung misi, membangun insan yang peduli dan peka terhadap kondisi sosial yang terjadi di sekitar, membantu meringankan beban saudara kita yang kurang mampu (kaum dhuafa) agar mereka dapat merasakan kehidupan yang layak serta, membantu memfasilitasi rumah ibadah dan menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk saudara kita yang terkena musibah.

Selama ini, yang menjadi kegiatan utama MKP adalah membantu kaum dhuafa dan fakir miskin. Mulai dari pengobatan bagi fakir miskin yang tidak mampu sampai renovasi dan pembangunan rumah bagi kaum dhuafa.

Baca Juga :   Bangun Imajinasi Anak Melalui Buku

“Renovasi rumah meliputi perbaikan dari sisi luar tanpa merubah bentuk aslinya, serta pengadaan barang-barang yang rusak,” terangnya

Hampir setiap minggu, MKP melaksanakan kegiatan bakti sosial atau baksos. “Tergantung laporan masyarakat yang masuk di MKP,” katanya. kegiatan baksos tersebut meliputi tiga daerah, yakni Makassar, Gowa dan Maros. Tapi lebih fokus di daerah Makassar.

“Sudah banyak sekali. Karena MKP hampir setiap minggu pasti baksos. Dalam sebulan itu minimal dua kali baksos,” jawab Husain saat ditanya sudah berapa banyak kaum dhuafa yang mendapat uluran tangan dari MKP.

Tak jarang MKP bersinergi dengan beberapa komunitas yang ada di Makassar, seperti Indah Berbagi, MI FANS dan sebagainya demi suksesnya tiap kegiatan yang dilaksanakan MKP.

Selain itu, kata Husain, MKP juga bersinergi dengan pihak RS Umum Daerah, Daya. “Jadi kalau ada masyarakat yang butuh perawatan, kami tujukan ke RS Daya,” terangnya.

Kegiatan baksos yang dilaksanakan MKP 100 persen dananya berasal dari donatur. Baik donatur tetap maupun yang tidak. “Langsung saja bergabung dengan MKP. Terus donasinya terserah, mau dalam bentuk tenaga, barang atau uang. Informasi lebih lanjut bisa kunjung facebook MKP,” jelasnya.

Baca Juga :   3CM: Giat ‘Pendekar Anak Makassar’ Setop Eksploitasi Anak

“Semoga ke depan, MKP menjadi komunitas sosial terbesar di Sulsel dan mampu membantu lebih banyak lagi kaum dhuafa dan fakir miskin,” harap Husain.

 

Reporter: Ibhel