Menambah Wawasan Keteknikan, FT Unibos Bahas KA Makassar Pare-Pare

Sharing session yang digelar FT Unibos dengan menghadirkan empat pemateri yakni, Kasubdit Pengembangan Jaringan Lalulintas Angkutan Kereta Api Ikhsandiwanto Hatta MT, Ketua Masyarakat Perkereta Apian Sulawesi Selatan Dr Yusran Ramli, Dekan Fakultas Teknik Dr Ridwan dan Perwakilan PT Celebes Indonesia Bayu.

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Menggelar sharing session dengan mengusung tema, “Progres dan Pencapaian Pembangunan Kereta Api Makassar Pare-Pare”, Fakultas Teknik Universitas Bosowa (FT Unibos) mengajak mahasiswa menambah wawasan tentang dunia keteknikan. Kegiatan ini digelar di Auditorium Aksa Mahmud Lantai 9 Gedung II Unibos, Senin, 19 Agustus 2019.

Dalam kegiatan ini, FT Unibos menghadirkan empat pemateri yakni, Kasubdit Pengembangan Jaringan Lalulintas Angkutan Kereta Api Ikhsandiwanto Hatta MT, Ketua Masyarakat Perkereta Apian Sulawesi Selatan Dr Yusran Ramli, Dekan Fakultas Teknik Dr Ridwan dan Perwakilan PT Celebes Indonesia Bayu.

Keempat pemateri tersebut saling membagi wawasan kepada 73 mahasiswa FT Unibos yang hadir tentang bagaimana proses dalam dunia keteknikan khususnya perkereta apian.

Ikhsandiwanto Hatta MT menuturkan sekarang ini kereta api Makassar Pare-Pare memang banyak dibahas masyarakat. Tetapi perlu diketahui ini merupakan program nasional yang pastinya akan terus dilanjutkan hingga tahap pengembangan selesai.

“Saat ini kita memasuki tahap 1 dengan jangka jarak kereta yang mencapai 40 km dari Makassar ke Pare-Pare. Selanjutnya akan dilakukan pengembangan untuk kawasan daerah Pangkep dan Maros dengan kejauhan jarak 50km,” kata Kasubdit Pengembangan Jaringan Lalulintas Angkutan Kereta Api.

Baca Juga :   PPI Tiongkok Helar Education Expo Bersama Fisipol Unibos

Selain itu, Dr Yusran Ramli selaku Ketua Masyarakat Perkereta Apian Sulawesi Selatan juga mengungkapkan yang harus ditekankan adalah intensif sosialisasi di masyakat yang harus paham bahwa infrastruktur yang dibangun ini perlu proses yang panjang dengan kualitas yang harus teruji.

“Karena ini bukan hanya akan dipakai untuk generasi kita saat ini, tetapi ini aset negara aset cucu kita agar mereka tetap bisa nikmati kelak. Kami targetkan KA Makassar Pare-pare akan rampung di tahun 2021,” ungkapnya.

Sebagai ketua panitia pelaksana, Dosen FT Unibos Thamrin Mallawangeng turut mengatakan harapannya dilaksanakan kegiatan ini.

“Tentunya kita bersyukur karena dipercaya membahas hal ini dan saling berbagi dengan mahasiswa Unibos. Kedepan kami berharap untuk membantu pengembangan proses, pengawasan dan operasional KA ini diharapkan adanya kerjasama antara Unibos dan Pihak KA untuk mahasiswa agar mahasiswa kelak dapat berkontribusi dalam pembangunannya, pengawasannya hingga pengembangannya,” katanya. (FP/Rls)