Peduli Kesehatan Gigi Dan Mulut Tim PKM-M Unhas Lakukan Pengabdian

Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut Tim PKM-M Unhas di SDN No.19 Limboro. [Foto:/Ist.]
Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut Tim PKM-M Unhas di SDN No.19 Limboro. [Foto:/Ist.]

Majene, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Berlatarbelakang dari tidak berjalan dengan optimalnya UKGS dan minimnya informasi mengenai kesehatan gigi dan mulut di Desa Limboro, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat Universitas Hasanuddin (PKM-M Unhas) membuat program SENDANA (Senyum Sehat dalam Tiga Dimensi) untuk meningkatkan kesadaran kesehatan gigi dan mulut anak SDN No.19 Limboro.

Tim yang yang diketuai oleh Akbar, mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Gigi dan empat anggota, yakni Nurul Hasrul (Fakultas Kedokteran Gigi), Viky Indra Mahendra (Fakultas Kesehatan Masyarakat), Alya Khaerunnisa Indrawan Day (Fakultas Kedokteran Gigi) dan Wulan Fury Lenggany (Fakultas Kedokteran Gigi) merancang program SENDANA yang dilakukan melalui media pop-up atau buku tiga dimensi yang penuh dengan cerita dan ilustrasi menarik mengenai kesehatan gigi dan mulut yang dapat memikat perhatian serta minat anak sekolah dasar untuk sadar akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Akbar dan keempat temannya kemudian melakukan kunjungan pertama pada program peningkatan kesadaran kesehatan gigi dan mulut untuk anak-anak Sendana di Majene pada hari Sabtu, 08 Juni 2019.

Baca Juga :   Gelar Bakti Pesisir, FKM Unhas Buat Kegiatan Begini

“Kami dari tim SENDANA yang merupakan tim dari PKM pengabdian masyarakat melakukan kunjungan pertama di lokasi yang menjadi tempat kami melakukan pengabdian yaitu di SDN No. 19 Limboro didampingi oleh Kepala Sekolah yang telah menyetujui untuk dilakukannya program penyuluhan kesehatan gigi dan mulut,” tutur Akbar.

Kegiatan pengabdian ini, kata Akbar, dibentuk dikarenakan salah satu yang masih menjadi permasalahan di daerah Limboro ialah kesadaran akan kesehatan gigi dan mulut yang masih sangat rendah. Hal ini didukung akses informasi yang sangat sulit karena minimnya jaringan telepon dan internet. Oleh karena itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut bagi anak-anak khususnya di SDN No.19 Limboro.

“Hal inilah yang menjadi dasar dilakukannya pengabdian masyarkat di sini,” ungkap Akbar.

“Program ini sangat bermanfaat nantinya bagi anak-anak sekolah, karena belum pernah sama sekali ada penyuluhan terkait kesehatan gigi dan mulut di sekolah kami, sekolah kami sangat terpencil dan susah diakses sehingga tidak pernah ada penyuluhan,” ujar Pak Saeni, kepala sekolah SDN No.19 Limboro.

Baca Juga :   Jawab Tantangan Pemerintah, Unhas Launching Prodi Vokasi D3 Kesehatan Terpadu

Tim PKM-M Unhas foto bersama siswa SDN No.19 Limboro.[Foto:/Ist.]
Tim PKM-M Unhas foto bersama siswa SDN No.19 Limboro.[Foto:/Ist.]
Tim PKM yang berada di bawah pendampingan dosen FKG Unhas yaitu, Dr drg Asmawati Amin, M.Kes ini juga telah berjalan pada pekan ketiga bulan Juni 2019 ini.

Selain penggunaan buku pop-up, program ini juga diiringi dengan games untuk meningkatkan antusiasme dan mengguggah ingatan anak akan cerita dalam buku pop-up.

Tim juga melaksanakan ‘senam gigi sehat’ yang berisi gerakan dan lagu sederhana mengenai cara menyikat gigi dan menjaga kesehatan gigi. Setelah melakukan senam, dilakukan sikat gigi bersama untuk mempraktikan langsung pada anak-anak cara menyikat gigi yang baik dan benar.

“Agar program ini tetap berlanjut kedepannya, tim akan memberikan buku pop-up kepada pihak sekolah sebagai inventaris sekolah dan memilih salah satu yang terbaik dari siswa SDN No.19 Limboro sebagai duta SENDANA yang diharapkan dapat menjadi contoh dan motivasi bagi anak-anak lainnya. Tim juga akan menjaga komunikasi dengan kepala sekolah dan guru untuk senantiasa memantau perkembangan dari anak-anak SDN No.19 Limboro nantinya,” jelas Akbar.

Baca Juga :   Bersama Kominfo, Unhas Gelar Fresh Graduate Academy

“Alhamdulillah anak-anak sangat senang dan antusias, semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi anak-anak nantinya untuk lebih meningkatkan kepedulian mereka terhadap kebersihan gigi dan mulutnya, walaupun hanya dengan skala kecil setidaknya ada perubahan besar nantinya bagi masa depan anak-anak dan Desa Limboro kedepannya,” jelas kepala sekolah.(*)