Pegawai dan Dosen UINAM Terima Penghargaan dari Presiden RI di HUT RI

Raut wajah bahagia terpancar saat Rektor UINAM Prof Hamdan Juhannis menyamatkan satyalancana karya satya dari Presiden RI Joko Widodo kepada pegawai dan dosen yang telah mengabdi lebih dari 10 tahun.

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – UIN Alauddin Makassar (UINAM) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 dengan menyelenggarakan upacara bendera di Lapangan Upacara Kampus II UIN Alauddin. Sabtu, 17 Agustus 2019.

Selain upacara peringatan HUT RI, sejumlah pegawai dan tenaga pendidik menerima penghargaan berupa tanda kehormatan satyalancana karya satya dari Presiden RI Joko Widodo, yang disematkan oleh Rektor UIN Alauddin Prof Hamdan Juhannis.

Penghargaan ini diberikan kepada dosen dan pegawai yang telah mengabdi selama 10 tahun, 20 tahun atau 30 tahun dan dianggap memiliki kejujuran, kecakapan dan kedisiplinan.

Raut wajah bahagia terpancar saat Rektor UINAM Prof Hamdan Juhannis menyamatkan satyalancana karya satya dari Presiden RI Joko Widodo kepada pegawai dan dosen yang telah mengabdi lebih dari 10 tahun.

Dalam pidato seragam Gubernur Sulawesi Selatan yang disampaikan oleh Rektor UIN Alauddin Prof Hamdan Juhannis  yang bertindak selaku pembina upacara, mengajak sivitas UIN Alauddin melakukan kilas balik sejarah untuk menemukan jejak momentum yang menandai tahapan perjalanan negara ini.

Selain itu, Indonesia yang multikultural atau majemuk, dan memiliki suku dan budaya yang berbeda-beda dapat dilihat dari perbedaan bahasa, adat istiadat, religi, kesenian dan lain sebagainya dapat terus terjaga.  Agar tidak akan menjadi bencana jika salah menyikapinya.

Baca Juga :   UIN Alauddin Jalin Kerjasama dengan Bank Mega Syariah
“Banyak bangsa yang harus  menghadapi takdir sejarah, terpecah belah, tercerai-berai karena tidak mampu menjaga kemajemukan, dan itu tidak boleh terjadi di Bumi Pertiwi khususnya  di Provinsi Sulawesi Selatan yang kita cintai ini,” kata Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dalam pidato seragamnya. (FP/Rls)