Pentingnya Pembelajaran Multiliterasi Menyonsong Tantangan Revolusi Industri 4.0

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Pogram Studi Pendidikan Bahasa Arab UIN Alauddin Makassar menggelar Seminar Pendidikan 2019.

Seminar yang mengusung tema, “Terbinanya Mahasiswa Islam Berjiwa Pemimpin dalam Menyongsong Tantangan Revolusi Industri 4.0” itu diadakan di Kampus UIN Alauddin Makassar, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Jumat, 24 Oktober 2019.

Kegiatan Seminar Pendidikan ini menghadirkan nara sumber yaitu Dr. Muh. Yusuf Tahir, M.Ag, M.Pd (Kepala Pusat Kajian Islam, Sains & Teknologi UINAM), Muh. Erwinto Imran, M.Pd (Dosen Unismuh Makassar), Muhammad Fadhil, M.Pd (Praktisi Pendidikan)

“Tantangan Pendidikan pada era informasi dan teknologi saat ini semakin besar,” kata Erwin Dosen Unismuh Makassar dan pegiat multiliterasi.

“Tujuan Pendidikan dalam kurikulum yang dulunya hanya berdasarkan pada kebutuhan sumber daya di setiap negara, diubah menjadi keterampilan global yang dapat digunakan untuk bersaing dan berkompetisi di era revolusi industri 4.0,” tambahnya.

Oleh karena itu, kata Erwin, mahasiswa sebagai agen perubahan dan calon pemimpin di masa yang akan datang, perlu memiliki berbagai nilai-nilai karakter.

Baca Juga :   Dekan FKIK UIN Alauddin: Role Model FKIK Adalah Dokter Terawan

Hal inilah yang melatar belakangi diadakannya seminar pendidikan pembentukan karakter Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab di UIN Aluddin Makassar.

Salah satu praktisi pendidikan, Muhammad Fadhil, M. Pd, yang juga menjadi narasumber pada seminar Pendidikan tersebut menjelaskan penguatan karakter kepemimpinan dengan multiple intelegence dengan mengikyi perkebangan di Era 4.0.

“Pengalaman dan aktifitas yang dilakukan mahasiswa saat berorganisasi  dapat menjadi sarana bagi mereka dalam menanamkan benih nilai-nila karakter dari tanggungjawab, disiplin, komunikasif dan berbagai nilai karakter lainnya,” jelasnya.

Kegiatan seminar Pendidikan pembentukan karakter mahasiswa  diharapkan dapat mengembangkan nilai-nilai karakter dan dapat menjadi pemimpin yang siap dalam menghadapi tantangan revoluasi industri 4.0.

Reporter: Ahadri