Perkenalkan Makassar Lewat Blog

Salah satu kegiatan Komunitas Anging Mammiri, yakni Kelas MAM (Makkunrainna Anging Mammiri). Sebuah kelas khusus yang diperuntukkan bagi perempuan yang ingin belajar menulis di blog. (Foto: /IST)

Komunitas Blogger Anging Mammiri

Istilah “Dunia Dalam Genggaman” sudah tak asing lagi dipendengaran kita. Perkembangan teknologi internet dari waktu ke waktu memungkinkan kita menjelajahi dunia hanya dengan satu sentuhan.

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Namun, perkembangan dunia teknologi internet ini bak mata uang yang memiliki dua sisi yang berbeda. Ada sebagian orang yang dengan atau tanpa sengaja menyalahgunakannya, tetapi tidak sedikit yang memanfaatkan kecanggihan teknologi internet sebagai ladang untuk menuai pundi-pundi rezeki dan menorehkan prestasi.

Adalah Syaifullah atau yang akrab disapa Daeng Ipul. Satu diantara beribu juta orang yang berhasil memanfaatkan kecanggihan dunia internet untuk menorehkan prestasi.Perjalanan Daeng Ipul dalam menorehkan prestasi berawal dari bergabungnya Daeng Ipul dengan Komunitas Bolgger Anging Mammiri. 

Sejarah‘Anging Mammiri’

Tercetus oleh tujuh orang blogger dari Makassar yang waktu itu tergabung dalam komunitas blogger yang bernama Blogfam. Dimana, Blogfam ini merupakan Komunitas blogger terbesar di Indonesia waktu tahun 2006.

“Tujuh orang itu yang kebetulan ada di Makassar, sepakat untuk membuat komunitas blogger Makassar yang kemudian diberi nama Anging Mammiri dan resmi berdiri sejak 25 November 2006,” kata Daeng Ipul, memulai percakapan.

Baca Juga :   Bangun Imajinasi Anak Melalui Buku

Saat ditanya apa makna dibalik nama Anging Mammiri, Daeng Ipul dengan raut wajah sedikit tersenyum menjawab; “Pertama, karena lagu Anging Mammiri ‘kan sangat identik dengan Makassar. Kedua, karena diharapkan kehadirannya komunitas ini bisa seperti angin sepoi-sepoi yang menyejukkan,” jawabnya.

Foto bersama anggota Komunitas Blogger Anging Mammiri. (Foto: /IST)

Daeng Ipul mengatakan, tujuan didirikannya Komunitas Anging Mammiri adalah untuk menjalin silaturahmi dengan sesama blogger yang ada di Makassar.“Tahun 2006 ‘kan blog baru nge-trend dan belum banyak yang tahu. Setelah terbentuknya Komunitas Blogger Anging Mammiri, mulailah dirancang berbagai kegiatan untuk memperkenalkan blog sekaligus mengenalkan Makassar sendiri lewat blog yang dikelola anggota Anging Mammiri,” jelas Ketua Komunitas Anging Mammiri periode 2010-2013 ini.

Buat Program Positif

Pada awal berdirinya Komunitas Blogger Anging Mammiri, berbagai egiatan mulai dirancang. Seperti,workshop dan seminar tentang blog.Lalu, setelah beberapa tahun berjalan, mulailah dibuat kegiatan rutin yang namanya Tudang Sipulung. “Kegiatan ini semacam ngobrol-ngobrol dengan beragam topik, baik itu tentang blog, internet, media sosial maupun topik lainnya,” jelas peraih silver award dari Internet Sehat ICT Watch di tahun 2012 ini.

Baca Juga :   Untuk Senyum Anak Indonesia

Sejak tahun 2011, lanjutnya, Komunitas Anging Mammiri mulai mengembangkan kegiatan lain, seperti sosialisasi internet yang baik dan bijak, melatih beberapa pegiat UKM untuk menggunakan internet (pernah bekerjasama dengan Google Indonesia membuat workshop bertema UKM Go Online), membuat lomba-lomba blog (pernah juga bekerjasama dengan polrestabes Makassar dalam rangka sosialisai safety driving dan kerjasama dengan Dinas Parawisata Sulsel membuat lomba blog bertema wisata Sulsel).

Pria yang pada tahun 2012 masuk nominasi Best Indonesian Blogger versi BoB’s Jerman ini juga menjelaskan bahwa di tahun 2012, Komunitas Anging Mammiri pernah menjadi panitia pelaksanaan Kopdar Blogger Nusantara, Kopdar blogger pertama di Indonesia yang diadakan di luar Jawa.Yang dihadir sekitar 450 orang dan dilaksanakan tanggal 11 November 2012 di LAN Antang.

“Sampai sekarang,Komunitas Anging Mammiri masih berkegiatan. Sekarang ditambah lagi dengan satu kelas khusus untuk perempuan, namanya kelas MAM, singkatan dari Makkunrainna Anging Mammiri,” tuturnya.

“Jadi kebetulan ada banyak perempuan blogger Makassar (khususnya ibu-ibu) yang mau sekali belajar menulis, tapi mereka kan terkendala di waktu jadi mereka berinisiatif bikin kelas sendiri yang bisa mereka sesuaikan waktunya dengan kebutuhan mereka,” tambahnya.

Baca Juga :   Kembalikan Eksistensi Aksara Bugis

Menginjak usia yang ke-10, apa yang menjadi tujuan didirikan komunitas ini; mengenalkan kota Makassar, perlahan-lahan mulai tercapai.

“Sudah tercapai. Tapi masih terus menjadi tujuan bersama. Sebagai bukti, ada banyak sekali netizen dari atau luar Makassar yang ketika hendak mencari tahu tentang Makassar, mereka bertanya ke anak-anak Anging Mammiri. Komunitas Anging Mammiri juga salah satu komunitas blogger  berbasis daerah yang bisa dibilang masih aktif di luar Jawa,” ungkap peraih Best Blogger kategori Socialand Cultureversi BlogCampdi tahun 2015 ini.

Di ujung percakapan Daeng Ipul dengan FAJAR PENDIDIKAN, dia mengungkapkan harapannya. “Semoga semakin banyak blogger asal Makassar yang aktif nge-blog. Semoga bisa terus sama-sama mempromosikan dan menceritakan tentang Makassar. Berbagi konten-konten positif di internet,” pungkasnya. (FP)