PNUP Jadi Tuan Rumah Pertama di Indonesia Timur untuk Kompetisi Jembatan dan Bangunan 2018

Pemukulan gendang oleh Direktur Kemahasiswaan Ditjen Belmawa Kemenristekdikti, Dr Didin Wahidin, MPd., sebagai simbol dibukanya secara resmi Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) XIV dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) X .[Foto: Ibhel]
Pemukulan gendang oleh Direktur Kemahasiswaan Ditjen Belmawa Kemenristekdikti, Dr Didin Wahidin, MPd., sebagai simbol dibukanya secara resmi Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) XIV dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) X .[Foto: Ibhel]

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ditjen Belmawa Kemenristekdikti) sebagai tuan rumah pelaksanaan kompetisi bidang teknik sipil 2018 yang diikuti oleh mahasiswa jurusan teknik sipil dari perguruan tinggi di Indonesia.

Kompetisi yang merupakan agenda tahunan Ditjen Belmawa Kemenristekdikti ini terdiri atas Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) XIV dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) X. Keduanya berlangsung selama tiga hari 30 November-2 Desember 2018 yang berlangsung di GOR Universitas Hasanuddin.

Pada pembukaan acara, Ir Muhammad Anshar, Msi., PhD., selaku Direktur PNUP mengungkapkan kebanggan dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada PNUP sebagai tuan rumah KJI XIV dan KBGI X. Terlebih lagi ini merupakan kali pertama digelar di kawasan Indonesia Timur dan PNUP menjadi satu-satunya perguruan tinggi dari kawasan ini yang ikut berkompetisi hingga final.

Anshar berharap agar semua mahasiswa yang berlomba dan ikut terlibat dalam kompetisi nasional ini dapat mengambil sisi positifnya untuk giat membangun kreativitas, menumbuhkan budaya kompetisi yang sehat, dan mampu menerapkan ilmu dan pengetahuan terhadap aplikasi dan pengembangan rancang bangunan dan jembatan di bidang teknik sipil.

Tahun ini, finalis yang berhasil lolos seleksi untuk KJI dan KBGI sebanyak 32 tim dari 16 perguruan tinggi se-Indonesia. Sebelumnya tercatat sebanyak 163 proposal yang masuk untuk ikut berkompetisi, dengan rincian 32 proposal KJI baja, 50 proposal KJI canai, 37 proposal KJI busur, dan 44 proposal KBGI.

Selanjutnya, tersisa tujuh finalis kategori jembatan baja, tujuh finalis kategori jembatan canai, delapan finalis kategori jembatan busur, dan 10 finalis KBGI. PNUP sendiri menempatkan dua tim yang bertanding dalam dua kategori yaitu tim limbung jambatang sura’ untuk KJI kategori jembatan canai dan tim paraga rumah boyang untuk KBGI.

Perguruan tinggi finalis KJI XIV dan KBGI X 2018 adalah Politeknik Negeri Ujung Pandang, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Negeri Bandung, Institut Teknologi Sepuluh November, Institut Teknologi Bandung, Universitas Bangka Belitung, Universitas Brawijaya, Universitas Pancasila, Universitas Sebelas Maret, Universitas Jember, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Negeri Surabaya.

 

Reporter: Ibhel