Prodi HI UIN Alauddin Makassar adakan Bedah Buku “The Arab Spring”

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Program studi Hubungan Internasional UIN Alauddin Makassar mengadakan acara seminar Bedah Buku, Jumat 22 November 2019 bertempat di Ruang 311, Fakultas Ushuluddin, Filsafat dan Politik, UIN Alauddin Makassar.

Buku yang dibedah berjudul, “The Arab Spring : Tantangan dan Harapan Demokratisasi” karya Dr. Ahmad Sahide, S.IP., M.A.

Dr. Ahmad Sahide, S.IP., M.A adalah dosen sekaligus Sekretaris Program Studi Magister Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, kelahiran Bulukumba.

Acara diawali oleh sambutan Wakil Dekan III Dr. Abdullah, menyampaikan apresiasinya karena acara produktif seperti ini bisa terlaksana, ditambah lagi karena penulis buku didatangkan langsung dari Yogyakarta.

Di akhir sambutannya, Wadek III berharap kajian literasi seperti ini rutin dilaksanakan untuk mengasah kemampuan literasi mahasiswa, khususnya mahasiswa hubungan internasional.

Nur Aliyah Zainal, S.IP, M.A., selaku Ketua Prodi Hubungan Internasional UIN Alauddin Makassar, kemudian secara singkat menyampaikan poin-poin penting yang ada dalam buku The Arab Spring.

Sementara materi inti disampaikan oleh Dr. Ahmad Sahide, S.IP., M.A.

Baca Juga :   Mentan Perkenalkan Teknologi Pertanian 4.0 ke Mahasiswa UIN Alauddin

Ia menyampaikan bahwa tahun 2011 menjadi tahun bersejarah di Timur Tengah dan merupakan momentum kebangkitan people power untuk menggulingkan rezim otoriter yang sudah lama berkuasa.

Peristiwa ini dikenal dengan sebutan The Arab Spring. Namun, dalam perjalanannya, impian masyarakat Arab itu tidak berjalan dengan mudah.

Dalam buku ini juga mencoba memotret peluang dan tantangan demokratisasi di negara-negara Arab pasca-The Arab Spring. Ada tiga negara, yaitu Tunisia, Mesir, dan Suriah.

“Ternyata, kepentingan Amerika Serikat (AS) muncul sebagai pemicu upaya demokratisasi. AS tidak segan-segan menghambat demokratisasi di negara dengan pemimpin yang tidak pro- Barat. Tidak heran jika demokratisasi di negara-negara Arab hanya dianggap sebagai proyek politik AS untuk menjaga kepentingan nasionalnya,” terang Ahmad Sahide.

Acara diakhiri dengan antusias tanya jawab oleh peserta. Total peserta yang hadir adalah 107 orang yang bukan hanya dari mahasiswa UIN, tetapi juga berasal dari mahasiswa Hubungan Internasional dari kampus lainnya di Makassar. (FP/Rls)