Sebanyak 30 Calon Pegawai Tetap Non PNS Unhas Ikut Latsar

Suasana Latsar yang diikuti Sebanyak 30 Calon Pegawai Tetap Non PNS Unhas.[Foto:/Ist]
Suasana Latsar yang diikuti Sebanyak 30 Calon Pegawai Tetap Non PNS Unhas.[Foto:/Ist]

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Pelatihan Dasar (Latsar) bagi calon pegawai tetap Non-PNS yang diterima tahun 2018 ini. Pelatihan dasar ini terbagi dalam dua sesi, yaitu sesi materi (indoor) yang berlangsung di Aula LPMP lantai dasar Perpustakaan, Selasa – Kamis, 4 – 6 Desember 2018. Sementara sesi kedua atau sesi lapangan (outdoor) akan berlangsung tanggal 7 – 9 Desember 2018 di Hutan Pendidikan Unhas, Bengo-bengo, Maros.

Pelatihan ini diikuti oleh 30 pegawai yang terdiri 20 orang dosen dan 10 orang tenaga kependidikan atau staf. Mereka adalah calon pegawai tetap Unhas non PNS yang melalui proses rekrutmen beberapa waktu lalu. Pegawai Tetap Unhas Non PNS merupakan skema baru dalam penerimaan dosen dan staf Unhas, dimana pegawai ini memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan PNS, kecuali untuk pengelolaan pensiun pegawai.

Dalam pelatihan di kelas, calon pegawai itu akan mendapatkan sejumlah materi dasar yakni, nilai-nilai dasar pegawai, kebijakan akademik, keunhasan, bela negara dan deradikalisme, kode etik pegawai, tata kelola keuangan, antikorupsi dan perbuatan melawan hukum, pelayanan publik, disiplin pegawai, nasionalisme, serta integritas dan motivasi. Sementara untuk materi luar ruangan, peserta akan mendapatkan materi lapangan atau out bond.

Baca Juga :   Patut Dicontohi, Ini yang Dilakukan Mahasiswa Arsitektur Unibos

Pelatihan dasar ini diselenggarakan untuk mempersiapkan dan memberikan pembekalan kepada calon pegawai non-PNS tersebut agar siap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan amanah, baik sebaik dosen maupun staf. Sehingga, melalui kegiatan ini, para pegawai non-PNS itu bisa bekerja secara profesional.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta akan diminta membuat laporan tulisan yang berisi bagaimana menerapkan materi-materi yang didapatkan dalam unit kerja masing-masing. Peserta yang telah mengikuti Latsar yang serupa dengan kegiatan Prajabatan bagi PNS itu akan diberikan sertifikat dan dinyatakan sebagai Pegawai Unhas Non-PNS Tetap.

Sekretaris Unhas, Prof Dr Ir Nasaruddin Salam, MT mengatakan kedudukan pegawai non-PNS Tetap di Unhas tersebut hampir sama dengan pegawai PNS lainnya, tidak ada pembedaan.

“Jika dia adalah dosen, maka ia akan memiliki NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional). Mereka juga bisa dapat dana penelitian. Bedanya kalo PNS dapat uang pensiun. Kalau ini tunjungan hari tua, kita kerja sama dengan BPJS atau perbankan, yang jelas mereka punya hak mendapat tunjangan hari tua, BPJS, perlindungan, kepangkatan, pergi sekolah juga dapat,” jelas Nasaruddin.

Baca Juga :   BSLT BEM FKM Unhas Ditutup oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan

Kata Nasaruddin Salam, dalam empat tahun kedepan sebanyak 284 dosen, dan 251 staf Unhas akan pensiun. Sementara penerimaan PNS dari Kemenristekdikti tidak setiap tahun diadakan, dan perekrutannya terbatas. Sehingga, suka atau tidak suka, Unhas dipastikan akan melakukan perekrutan sendiri melalui jalur pengangkatan pegawai Non-PNS Tetap.

Nasarudin Salam merencanakan dalam waktu dekat akan membuka penerimaan pegawai Non PNS lagi, setelah rekrutmen CPNS yang tengah diselenggarakan oleh pemerintah di berbagai instansi dan lembaga. Kebijakan itu diambil untuk menjaga keseimbangan rasio antara kebutuhan dosen dan jumlah mahasiswa. Saat ini, rasio dosen dan jumlah mahasiswa yang dimiliki Unhas cukup ideal, berkisar antara satu banding 20. Rasio ini melampaui perbandingan ideal yang dipersyaratkan Kemenristekdikti satu banding 30.

“Rasio ini memang kelihatan persentase tapi memberi rasio ini cerminan kualitatif. Ada perguruan tinggi satu dosen, 200 mahasiswanya, bagaimana cara menghadapinya itu. Inilah tugas saya, menjaga keseimbangan, mempersiapkan SDM kedepan,” kata Nasaruddin.

Keseimbangan rasio dosen dengan jumlah mahasiswa tersebut telah berkontribusi menjadikan Unhas dalam komponen SDM dari sekitar  4000-an perguruan tinggi di Indonesia meraih posisi terbaik pada tahun 2018 ini.(Rls)

Baca Juga :   Kontingen UIN Alauddin Menambah Pundi-pundi Medali di Pionir IX

 

Editor: Ibhel