STIE Nobel Indonesia Gelar Direct Selling di Kawasan CFD

Foto bersama mahasiswa STIE Nobel Indonesia usai melakukan direct selling.[Foto:/Ist.]
Foto bersama mahasiswa STIE Nobel Indonesia usai melakukan direct selling.[Foto:/Ist.]

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Memanfaatkan momen Car Free Day (CFD) pada hari Minggu, 16 Juni 2019 di kawasan jalan Jendral Sudirman, STIE Nobel Indonesia menggelar kegiatan Direct Selling.

Direct Selling ini diikuti oleh mahasiswa yang memiliki usaha atau bisnis untuk dipasarkan langsung kepada masyarakat.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah dan mengembangkan kreativitas mahasiswa dan juga jiwa marketing dalam memasarkan produknya.

Turut hadir Dr Ahmad Firman selaku WK I Bidang Akademik dan juga Ridwan SE., M Si selaku WK III Bidang kemahasiswaan.

Dalam kesempatan itu, mereka menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada mahasiswanya karena mampu berkolaborasi dan bekerja sama dalam kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh birokrasi kampus.

“Apresiasi dan rasa bangga kami melihat adik-adik mahasiswa mampu berkolaborasi dan bekerjasama dalam kegiatan yang rutin kami laksanakan ini. Direct selling ini kami anggap penting, untuk selalu dilakukan mahasiswa guna mengasah kreativitas dan mengembangkan jiwa marketing mereka,” terang Dr Ahmad Firman.

Hal senada juga diungkapkan Ridwan. “Sebagai kampus yang memiliki tujuan mencetak wirausahawan muda, maka ini adalah salah satu langkahnya, karena dengan direct selling ini, mahasiswa terjun langsung kelapangan, berinteraksi dengan costumer mereka, saya kira banyak pelajaran bermanfaat yang mahasiswa akan dapatkan dengan praktek bisnis secara langsung ini. Kegiatan ini adalah kegiatan rutin dan akan terus berlanjut dengan inovasi produk dari adik-adik mahasiswa,” ungkpannya.

Baca Juga :   Hebat! Lulusan STIE Nobel Dirikan 191 Badan Usaha Berbadan Hukum

Selaras dengan Visi Misi STIE Nobel Indonesia, kata Ridwan, maka program dalam rangka menciptakan lulusan yang sudah memiliki perusahaan/usaha akan terus dilakukan oleh birokrasi kampus. “Agar visi misi bukan hanya sekedar pajangan tulisan di dinding kampus melainkan ada implementasi nyata dalam penerapannya,” tutupnya. (FP)