Sukses Pelaksanaan, Sukses Prestasi Warnai Penutupan Porseni PGRI di Barru

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, terkesan mewarnai penutupan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Lapangan Sumpang Binangae Barru, Kabupaten Barru, Senin (25/11).

Kata ini pas dialamatkan untuk pemerintah kabupaten dan kontingen Porseni PGRI Barru. Pasalnya, selain mampu menjadi tuan rumah yang baik, juga berhasil sebagai juara umum.

Dari laporan panitia pada penutupan Porseni ke-V PGRI Sulsel yang dirangkaikan upacara peringatan Hari Guru Nasional ditetapkan sebagai juara umum setelah sukses mengumpulkan banyak medali dari sejumlah perlombaan yakni, dari 14 kategori yang dipertandingkan selama Porseni ke-V di Barru, 21-25 November, kontingen Barru berhasil memboyong 7 medali emas, 5 perak, dan 4 perunggu sehingga capaian itu memutlakkan kontingen Barru berhak mendapatkan trophy bergilir.

Selain “kado” spesial di Hari Guru Nasional, dipenutupan Porseni ke-V, atas nama PGRI Sulsel juga secara khusus menyerahkan piagam penghargaan ke Bupati Barru Suardi Saleh atas jasa dan kepeduliannya dalam menyukseskan penyelenggaraan Porseni.

Penghargaan itu diserahkan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulsel ke Wakil Bupati Barru, Nasruddin AM yang mewakili Suardi Saleh sebelum Porseni PGRI ke V se-Sulsel ditutup secara resmi.

Baca Juga :   Bosowa School Makassar Lepas Siswa Studi di Luar Negeri

Nasruddin AM, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PGRI yang telah menjadikan Barru sebagai tuan rumah Porseni PGRI se Sulsel tahun ini, “Atas nama pemerintah dan panitia, kami tak lupa menyampaikan permohonan maaf jika selama kegiatan ada kekurangan,” ujar mantan Sekda Barru itu.

Di samping itu, Nasruddin saat menjadi inspektur upacara Hari Guru Nasional, menyampaikan amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Salah satunya, mengingatkan guru agar mampu berinovasi dalam dunia pendidikan, tanpa harus menunggu perintah dalam menjalankan tugasnya.

“Mulai saat ini lakukanlah perubahan-perubahan kecil yang nilai manfaatnya sangat besar bagi anak didik di kelas, seperti mengajak diskusi. Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas dan temukan bakat dari seorang murid yang kurang percaya diri,” kata Nasruddin mengutip surat menteri pendidikan dan kebudayaan.

Reporter: Abd Latif Ahmad