Supervisor dan Satgas PBL FKM Unhas Lakukan Kunjungan Lapangan

Supervisor dan Satgas PBL FKM Unhas disambut dan disuguhkan kopi dan pisang goreng oleh Kepala Desa, Sujarwan. (FOTO: IST)
Supervisor dan Satgas PBL FKM Unhas disambut dan disuguhkan kopi dan pisang goreng oleh Kepala Desa, Sujarwan. (FOTO: IST)

Takalar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Supervisor dan Satuan Tugas Pengalaman Belajar Lapangan (Satgas PBL) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas), melakukan kunjungan lapangan kepada setiap desa/kelurahan di Kecamatan Polongbangkeng, Kabupaten Takalar, 27 Juni 2019.

Supervisor dan Satgas tersebut dibagi menurut departemen dan desa/kelurahan dimana mahasiswa ditempatkan. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan FKM Unhas, Prof Sukri Palutturi, SKM., M Kes., MSc PH, PhD., sebagai unsur pimpinan bersama dengan Prof Dr Ridwan Amiruddin, SKM., M Kes., MSc PH., mendapat tugas melakukan kunjungan di Desa Barugaya dan Desa Kampung Beru.

Dalam kunjungan di Desa Barugaya, kedua guru besar FKM Unhas ini disambut dengan hangat dan disuguhkan kopi dan pisang goreng oleh Kepala Desa, Sujarwan, S.Sos.

Menurut Kepala Desa, Desa Barugaya ini termasuk desa yang cukup padat penduduk dimana jumlah penduduk desa tersebut sekitar 4000 jiwa. Mata pencaharian penduduk adalah petani sawah, tebu dan peternak. Bahkan jumlah ternak di desa ini lebih banyak daripada jumlah penduduk.

Baca Juga :   Mahasiswa Departemen Epidemiologi FKM Unhas Gelar Seminar Akhir Magang

Ia juga menyebutkan bahwa masih terdapat sekitar 30 persen penduduk tergolong kurang mampu dari segi ekonomi.

Supervisor dan Satgas PBL FKM Unhas melakukan kunjungan lapangan kepada setiap desa/kelurahan di Kecamatan Polongbangkeng, Kabupaten Takalar, 27 Juni 2019. (FOTO: IST)
Supervisor dan Satgas PBL FKM Unhas melakukan kunjungan lapangan kepada setiap desa/kelurahan di Kecamatan Polongbangkeng, Kabupaten Takalar, 27 Juni 2019. (FOTO: IST)

Muh Alifyadi, Kordes Barugaya mengatakan, pengumpulan data hampir rampung semua dan bahkan Jumat, 28 Juni 2019 sudah dijadualkan seminar akhir. Tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa adalah dimana pada proses pengumpulan data di lapangan, responden sangat susah dijumpai.

“Masyarakat adalah petani sehingga dimana pagi-pagi mereka sudah harus tinggalkan rumahnya untuk pergi ke kebun dan mereka pulang sore hari. Itu yang terjadi selama mahasiswa berada di lapangan. Itulah sebabnya, yang menjadi responden kadang anaknya saja atau bahkan ada yang sudah dikunjungi ke rumahnya 2-3 kali dan tidak pernah ketemu,” terang Muh Alifyadi.

Dosen lainnya yang juga melakukan kunjungan lapangan adalah  Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Keuangan dan Sumber Daya, Dr Atjo Wahyu, SKM., M Kes., bersama dengan dr Makmur Selomo, MS dan Muhammad Arsyad, SKM., M Kes.

Mereka bertugas masing-masing di Desa Kampung Beru, Desa Massamaturu dan Desa Lassang Barat. Dosen lainnya yang juga melakukan kunjungan lapangan yakni, Yahya Thamrin, SKM., M Kes., MOHS, PhD., di Desa Balantanaya; Prof Dr Indar, SH., MPH., dan Ir Nurhayani, MS., masing-masing di Desa Lassang, Dr dr Masyita, Muis, MS., di Desa Balangtanaya, dan Adelia Undang  Sari Ady Mangilep, SKM, MARS.

Baca Juga :   PERSAKMI Sulsel Gelar Buka Puasa Bersama Anak Panti Asuhan

Hal baru dari pelaksanaan PBL ini adalah adanya Satuan Tugas  atau Satgas yang merupakan dosen pada masing-masing departemen dan bahkan juga melibatkan unsur KTU. “Harapan dari kebijakan ini adalah selain keterlibatan dosen secara maksimal, sebagai unsur pengabdian masyarakat sehingga juga membantu pengisian Beban Kinerja Dosen,” ungkap Prof Sukri. (*)