Wujudkan Swasembada Pangan, Pemkab Barru Lakukan Ini

Musyawarah Tudang Sipulung Musim Tanam (MT) Kabupaten Barru [Foto: Abd Lutfi Ahmad]

Barru, FajarPendidikan.co.id– Sekda Barru Ir. H. Nasrudddin AM M.Si membuka secara resmi Musyawarah Tudang Sipulung Musim Tanam (MT) 2018/2019 di Baruga Singkerru Adae, Jl. Sultan Hasanuddin, Kelurahan Sumpang Binangae, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan pada hari Kamis 1 Oktober 2018.

Tampak hadir dalam tudang sipulung itu, Niko Demus Kandele Kepala BPSP Ir. Uvan Nurwahidah, MP, Kepala BPTH Muhlis, SP., MP, Sekretaris BPTPH Prov. Sulsel Abdul Muis, SP., M.Si Kepala Stasiun Klimatologi Kelas 1 Maros, Forkopimda, Pimpinan OPD, para Kepala Desa dan Lurah, Para penyuluh pertanian dan Ketua Gapoktan Se-Kab. Barru.

Pada penyampaiannya Kadis Pertanian Barru Ir. H. Aminullah Arsyad bahwa, kegiatan tersebut bertemakan,” Melalui musyawarah tudang sipulung kita wujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan untuk Barru yang lebih baik”,

Lebih lanjut H. Aminullah Arsyad bahwa Kegiatan yang diperakarsai Dinas Pertanian Kabupaten Barru yang di nahkodainya itu dilakukan dengan tujuan untuk menyamakan persepsi.

“Hal ini kita lakukan bertujuan untuk menyatukan pemahaman atau persepsi antara petani, pemerintah dan ahli pertanian, juga pallontara dalam rangka penetapan waktu turun sawah, hambur benih dan jadwal waktu tanam yang tepat serta kegiatan kita di sektor pertanian lainnya, untuk setiap musim tanam dalam rangka mendukung peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Barru,” ucapnya.

Baca Juga :   64 Tenaga Guru dari 112 Calon PNS Terima SK di Barru

Musim tanam 2018 dan musim tanam 2019, selain itu juga untuk mempertemukan rumusan-rumusan atau usulan-usulan dari bawah yang dapat lebih diperjelas dengan berbagai bahan, faktor yang dianalisis seperti cuaca, keadaan hujan”, jelas mantan Kadis Kehutanan Barru itu.

Kemudian Sekda Barru Ir. H. Nasruddin AM, M.Si dalam sambutannya mengemukakan bahwa musyawarah Mappalili adalah sarana penyatuan pendapat antara pemerintah dengan petani sekaligus menjadi ajang silaturahim, ajang ilmiah untuk membicarakan masalah pertanian secara komperhensif.

Lanjut Ir. H. Nasruddin juga berharap hasil musyawarah tudang sipulung ini dapat menghasilkan analisis ilmiah yang disenergikan dengan analisis perkiraan kearifan lokal pallontara dan pengalaman para petani.

“Mudah-mudahan apa yang di hajatkan pada hari ini menghasilkan satu rumusan keputusan untuk menjadi pedoman dalam pelaksanaan usaha tani yang akan datang”. Pungkasnya.

Penulis: Abd Latif Ahmad