Tuesday, July 7, 2020

1.702 Mahasiswa UIN Alauddin Ikut Pembekalan KKN Angkatan 61

Gowa, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 61 selama empat hari terhitung dari 18 hingga 20 November di Auditorium Kampus II, Samata-Gowa, Senin, 18 November 2019.

Kepala Pusat Pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Alauddin Makassar, Muhammad Gazali Suyuti mengatakan pembekalan tersebut diikuti sebanyak 1.702 peserta dari delapan fakultas. Mahasiswa akan ditempatkan di 10 kabupaten, 27 kecamatan.

Lanjut, Gazali menjelaskan KKN Angkatan 61 itu programnya sama. Namum, setiap posko memakai tema-tema khusus. Menurutnya, temanya itu ditentukan oleh dosen pembimbing karena hasil KKNnya berupa penelitian.

“Jadi nanti ada laporan dari dosen pembimbing disamping juga ada laporan mahasiswa. Jadi dosen pembimbingnya itu bikin laporan dalam bentuk penelitian mahasiswanya bikin laporan. Laporannya itu program kerja. Karena nanti model temanya itu pada saat pertemuan dengan dosen pembimbing karena dosen pembimbing ini kan sudah survei ketemu pak desa pak camat tokoh masyarakat. Jadi nanti dosen pembimbing rumuskan apa yang bagus dilakukan,” jelasnya

Ia juga menghimbau agar mahasiswa lebih fokus KKN, menurutnya urusan kampus harus di selesaikan baru kelokasi tujuannya Mahasiswa lebih  fokus karena waktunya hanya 45 hari.

Sementara itu, Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis membeberkan bahwa KKN merupakan pola untuk melakukan pengabdian dengan Ilmu yang didapatkan dalam kampus kemudian diiplementasikan di masyarakat.

“Momentum KKN yang sangat dibangun karena itulah momentum proklamator kita jadi pengunci semuanya kita bisa eksis sebagaimana kita bisa menyuarakan dan mewujudkan apa yang kita pelajari dari dunia kampus. Inilah saat proklamator kita bersentuhan langsung dengan masyarakat, kita sebagai mahasiswa, di dunia KKN mengaplikasikan ilmu disitulah kita kerja,” terangnya. (FP/Rls)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Tiga Peserta UTBK Berkebutuhan Khusus Ikut Ujian di UNM Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Tiga peserta Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK) dengan berkebutuhan khusus mengikuti ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)...

Pendaftaran UMPTKIN 2020 Ditutup, UIN Alauddin Peringkat Pertama Kampus Paling Diminati

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) tahun 2020 telah resmi ditutup pada Minggu (5/7/2020). Dari...

Pustakawan dan Organisasinya

REFLEKSI HUT IPI KE 47 | 7 JULI 1973 -  7 JULI 2020Oleh: Tulus Wulan Juni (Pustakawan Madya Dinas Perpustakaan Kota Makassar)

Dosen Unhas Segera Lakukan Rapid Test, Berikut Jadwalnya

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Upaya melakukan pemutusan rantai penularan Covid-19, sebanyak 1.652 dosen Universitas Hasanuddin dari seluruh fakultas dan program studi akan segera...

Dear Mahasiswa, Ini Syarat Penerima Bantuan Keringanan Biaya Kuliah di Masa Pandemi

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Pemerintah mengeluarkan aturan keringanan uang kuliah tunggal bagi mahasiswa yang terkena dampak Covid-19. Melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 25 Tahun...

REKOMENDASI