Saturday, October 24, 2020

Adakan Webinar Pemasaran di Era AKB, GenBI Sulsel Mengundang Manajer BI dan Founder Tapada.ID

FAJARPENDIDIKAN.co.id-GenBI wilayah Sulawesi Selatan, komunitas penerima beasiswa Bank Indonesia wilayah Sulawesi Selatan, mengadakan webinar dengan topik “Strategi Jitu Pemasaran di Era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)” pada hari Sabtu, 27 September 2020.

Sebanyak 200 partisipan turut meramaikan webinar yang diadakan oleh bidang kewirausahaan GenBI sulsel. Webinar dibuka oleh Nurmadina selaku MC kegiatan pada pukul 09.00 WITA dan dilanjutkan oleh pemberian materi oleh dua narasumber yaitu Arya Jodilistyo selaku manajer Bank Indonesia dan Ahmad Fadli Taufik selaku founder Tapada.ID Webinar berlangsung selama tiga jam.

Sebelum diskusi berlangsung, panitia melakukan pemutaran video tentang produk-produk lokal di Indonesia yang sedang melakukan pemasaran lintas wilayah melalui program pengembangan UMKM Bank Indonesia.

Diskusi berlangsung lancar hingga akhir kegiatan. Peserta begitu antusias dengan pemaparan kedua narasumber yang membahas mengenai pengaruh pandemi terhadap perekonomian Indonesia khususnya perekonomian di Sulawesi Selatan oleh Arya Jodilistyo.

“Saat ini pemerintah Indonesia baik dari sisi fiskal maupun sisi moneternya, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, termasuk juga Bank Indonesia, Kementrian Keuangan dan sebagainya berkolaborasi untuk melakukan kegiatan dan kebijakan yang bertujuan untuk mencapai pemulihan ekonomi nasional,” imbuh Arya.

Materi yang dibawakan oleh Ahmad Fadli Taufik, founder Tapada.ID, juga tidak kalah menarik. Ia membahas strategi jitu membangun brand awareness pelaku bisnis UMKM. Beliau berpendapat, hal ini merupakan metode pemasaran efektif mengingat masa pandemi saat ini sangat berdampak pada pelaku usaha UMKM.

“Menurut saya, webinar ini sangat edukatif. Sebab kita jadi ‘melek’ akan perekonomian kita selama pandemi. Jika ingin memperbaiki hal-hal tersebut, ya harus dimulai dari menjaga kesehatan diri dulu. Karena awal dari segalanya adalah kita yang lalai saat ada warning tentang Covid-19. Kemudian, untuk strategi pemasaran oleh pemateri kedua juga sangat berhubungan dengan kondisi sekarang walaupun tidak begitu teoritis tapi sangat bermanfaat dan worth to try di bisnis kita,” tegas Nurlaila Wa Rahma, salah satu peserta webinar dari Universitas Negeri Makassar, diakhir kegiatan webinar.

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Gandeng Dewan Pers, RSPP, dan Pertamina Berikan Tes Swab PCR Gratis 105 Insan Media

Jakarta, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Dengan menggandeng Dewan Pers, Pertamina memberikan pelayanan tes usap polymerase chain reaction (PCR) gratis kepada 105 insan media. Pelaksanaan tes...

Pramuka Saka Bahari Makassar Sambut Danlantamal VI Dengan Tiupan Pluit Khas TNI AL

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Anak – anak Pramuka Saka Bahari Makassar sambut kedatangan Komandan Pangkalan Utama TNI AL VI (Danlantamal VI ) Laksamana...

Wujudkan Kedokteran yang Berkeadilan, PSPD FKIK UIN Alauddin Miliki Jalur Afirmasi Agama dan Ekonomi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan  (PSPD FKIK) UIN Alauddin Makassar telah resmi menerima mahasiswa baru sejak...

OPINI : The Real Impostor Negara Dan Suara Masyarakat

FAJARPEBDIDIKAN.co.id - Awal mulanya Omnibus Law menyuarakan tentang kenaikan gaji,pengurangan jam kerja dan semakin banyaknya lapangan kerja. Padahal realitanya Omnibus law menjadi...

Vidcon Antisipasi Covid-19, Libur akhir Oktober

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Dalam rangka antisipasi penyebaran Covid-19 saat libur panjang akhir Oktober 2020, sebagaimana ditetapkan dalam Keppres no 17 tahun 2020...

REKOMENDASI