ADV A1
ADV B1

Hadiri Workshop Kurikulum Prodi Ilmu Gizi FKM Unhas, Ketua DPD PERSAGI Sulsel: Pentingnya STR

FAJAR Pendidikan

-ADV C1 -

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Saat ini seluruh program studi yang ada di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) tengah mengagendakan workshop kurikulum, termasuk Program Studi S1 Ilmu Gizi.

Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 11-12 Februari 2020 ini diselenggarakan secara virtual dengan menghadirkan dosen dan tenaga kependidikan Program Studi S1 Ilmu Gizi, dosen pengampu mata kuliah dari luar program studi, mahasiswa dan alumni serta stakeholder yang berasal dari berbagai institusi mulai dari puskesmas, rumah sakit, dinas kesehatan, hingga organisasi profesi.

-ADV C2 -

Workshop ini secara resmi dibuka oleh Dekan FKM Unhas Dr. Aminuddin Syam, SKM, M,Kes., M.Med.Ed.

-ADV C3 -

Memasuki agenda inti Workshop Kurikulum Program Studi S1 Ilmu Gizi, Dr. Healthy Hidayanty memandu kegiatan Focus Group Discussion (FGD) untuk menghimpun informasi dari stakeholder terkait kebutuhan akan lulusan S1 Ilmu Gizi serta kompetensi yang harus dimiliki.

BACA JUGA :   Perkuat Kerjasama, Unifa Teken MoU dengan UMPAR

Memulai diskusi, dosen sekaligus Sekretaris Departemen Ilmu Gizi ini menyampaiakn profil lulusan S1 Ilmu Gizi, yaitu SMILE (Supervisor, Manager, Inovator, Leader dan Educator).

-ADV C4 -

Pada kegiatan FGD ini semua peserta antusias menyampaikan pendapatnya dalam upaya menyempurnakan kurikulum sehingga sesuai dengan kebutuhan pengguna lulusan.

Ketua DPD PERSAGI Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Nadimin, SKM, M.Kes mengatakan bahwa program studi harus memiliki startegi sehingga alumni dapat terserap di dunia kerja, salah satunya pemenuhan STR sebagai syarat untuk dapat bekerja di bidang kesehatan.

“Kegiatan ini juga menjadi momen yang tepat untuk menyesuaikan kurikulum dengan standar profesi atau kompetensi yang telah disahkan oleh kementerian kesehatan,” ungkapnya.

BACA JUGA :   Prodi S1 Ilmu Gizi FKM Unhas Gelar Workshop PBM di Malino

Dari segi skill, katanya, yang harus dimiliki lulusan S1 Ilmu Gizi, perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi, Puskesmas, dan rumah sakit mengulas secara detail.

:Setidaknya untuk terlibat dalam pelayanan kesehatan baik di institusi maupun di komunitas dibutuhkan kompetensi yang baik dalam penilaian status gizi, konseling gizi, dan asuhan gizi terstandar,” jelasnya.

Tidak hanya itu, menurutnya, untuk merespon perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, perwakilan alumni menekakankan pentingnya lulusan dibekali dengan kemampuan desain grafis untuk dapat melakukan penyuluhan melalui media sosial dengan menggunakan pamflet, brosur, atau video-video animasi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, perlu juga ada mata kuliah seperti Technomedicine atau Technonutrition yang bisa mewadahi penguasaan teknologi informasi di bidang gizi.(*)

-ADV C5 -
ADV B2
ADV E1

BERITA DAERAH

BACA JUGA

ADV E2
- ADV D1 -
Sponsor
- ADV D2 -

TERKINI