WAJO – Pemerintah Kabupaten Wajo memperingati Hari Kesadaran Nasional (HKN) yang dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun ke-46 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Hari Kearsipan Nasional ke-55 Tahun 2026.
Kegiatan tersebut digelar di halaman Kantor Bupati Wajo, Rabu (20/5/2026).
Upacara dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Hj Armayani, dan diikuti aparatur sipil negara serta jajaran perangkat daerah.
Usai upacara, Armayani menegaskan pentingnya peran perpustakaan dan kearsipan dalam mendukung pembangunan nasional.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi dan keterbukaan pelayanan publik membuat literasi dan pengelolaan arsip semakin dibutuhkan.
“Perpustakaan merupakan pusat pengetahuan, literasi, dan pembelajaran masyarakat,” kata Armayani.
Ia menyebut, kearsipan juga memiliki fungsi penting sebagai memori kolektif bangsa.
“Sedangkan kearsipan menjadi pondasi akuntabilitas pemerintah dan keberlanjutan pembangunan,” ujarnya.
Pada tahun ini, Hari Perpustakaan Nasional mengusung tema “Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa”.
Tema tersebut menekankan pentingnya budaya membaca untuk membangun masyarakat yang cerdas dan berkarakter.
Sementara itu, Hari Kearsipan Nasional mengangkat tema “Empowering The Future”.
Tema tersebut menyoroti pentingnya arsip sebagai aset strategis menuju Indonesia Emas 2045.
“Arsip bukan sekadar rekaman masa lalu, tetapi aset strategis untuk menyiapkan masa depan bangsa,” jelasnya.
Armayani berharap momentum peringatan itu dapat memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan perpustakaan dan kearsipan yang modern, inklusif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pada rangkaian kegiatan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Wajo turut menggelar gerakan membaca buku serentak selama 10 menit.
Kegiatan itu melibatkan guru dan siswa tingkat SD hingga SLTP se-Kecamatan Tempe.
Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Wajo, Hj Kurniana, mengatakan kegiatan membaca bersama itu menjadi bagian dari upaya membangun budaya literasi sejak dini.
“Kegiatan ini kami lakukan sebagai upaya meningkatkan budaya literasi pada peserta didik di Kabupaten Wajo,” katanya. (Dy-FP)
