- Advertisement -

Indra Kenz Pakai Baju Orange, Berapa Nilai Hartanya yang Akan Disita Negara?

Foto crazy rich Medan, Indra Kenz saat memakai baju tahanan menjadi perbincangan. Sebab, wajah Indra Kenz yang tampak lesu itu beredar di media sosial.

Polisi memberikan penjelasan terkait foto tersangka afiliator Binomo itu yang terlihat lemas saat mengenakan baju tahanan. Polisi menyebut kondisi Indra Kenz saat ini dalam keadaan baik.

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Kondisi Indra sampai saat ini masih keadaan sehat, karena kan kita ada tim yang setiap hari itu melakukan pengecekan kesehatan tahanan yang ada di rutan Mabes,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko dikutif dari detik.com, Minggu (6/3/2022).

BACA JUGA:  Kemendikbudristek Sambut 5133 Relawan KIP Kuliah Merdeka

Gatot menyebut Indra Kenz terlihat lemas dalam foto bukan karena sakit. Dia menegaskan Indra Kenz atau Indra Kesuma belum pernah sakit selama berada di rutan Bareskrim.

“Itu kan orang lemes banyak, mungkin belum makan atau apa. Itu sehat kondisinya masih sehat, barusan kita cek,” ujar Gatot.

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Nggak, nggak pernah sakit, belum pernah sakit di dalam rutan,” tambahnya.

Untuk diketahui, Indra Kenz menjadi tersangka dan ditahan polisi terkait kasus investasi bodong aplikasi Binomo. Bareskrim Polri menyita sejumlah aset milik Indra Kenz, yang juga dijerat pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU). Aset yang disita berupa mobil Ferrari hingga Tesla.

BACA JUGA:  Perkuat Pendidikan Antikekerasan, Pemerintah Tekankan Strategi Pendidikan

Bareskrim Polri mengirimkan surat ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPTAK) terkait aset Indra Kenz. Surat tersebut terkait keperluan penyitaan.

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Ada mobil listrik merek Tesla model 3 warna biru, mobil Ferrari California tahun 2012, rumah di Deli Serdang Sumut seharga kurang-lebih Rp 6 miliar, rumah di Medan seharga kurang-lebih Rp 1,7 miliar, rumah di Tangerang,” ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan.

Bagikan

REKOMENDASI UNTUK ANDA
- Advertisment -

POPULER: