Sabtu, September 18, 2021

Kisah Persahabatan Manusia dan Ikan yang Mengharukan [Resensi Buku]

Judul Buku: Pung Julung-Julung

Penulis: Nurmadia Syam

Penerbit: Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Jumlah Halaman: 54 halaman

Tahun Terbit: 2017

Jenis Buku: Cerita Anak

Diresensi oleh: Tulus Wulan Juni [Pustakawan Dinas Perpustakaan Kota Makassar]

Buku dapat dibaca di: Dinas Perpustakaan Kota Makassar [Koleksi Deposit]

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Buku cerita anak ini adalah salah satu dari tiga buku cerita rakyat Sulawesi Selatan yang menjadi pemenang sayembara literasi se-Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat tahun 2017 yang diterbitkan oleh Balai Bahasa Sulawesi Selatan.

Buku cerita anak yang syarat dengan pesan moral dan kearifan lokal seperti sifat, sikap dan perilaku jujur, sopan santun, cinta kasih dan setia kawan sangat cocok untuk menumbuhkembangkan budi pekerti anak-anak kita dan tentunya untuk menggairahkan budaya membaca mereka dan menyukseskan Gerakan Literasi Nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia.

Kisah persahabatan antara manusia dan ikan yang ditulis oleh Nurmadia Syam sungguh mengharukan. Pembaca akan dibawa larut ke dalam cerita yang terbagi dalam sembilan bagian.

Saya menyarankan bagi yang tidak kuat menahan air mata sebaiknya menyiapkan tissu sebanyak-banyaknya..he..he. dan setidaknya bagi Ibu yang menceritakan buku ini kepada anak-anaknya agar melatih nafas dulu agar tidak terlihat sedih di depan anak-anak yang ingin mendapatkan pesan moralnya.

Buku yang dicetak full color ini menggunakan bahan kertas art paper yang memiliki tekstur licin dengan keunggulan tidak mudah rusak atau sobek dan mampu menahan cairan sehingga cocok untuk anak-anak.

Buku ini juga dilengkapi gambar-gambar ilustrasi dengan ilustrator sang arsitek, Melina Jauw sehingga memudahkan anak-anak memahami cerita ini.

Di bagian tengah ada gambar timbul atau pop-up yang menampilkan Pung Julung-Julung sedang menggiring ikan-ikan lain.

Wah, tentunya menambah asyik anak-anak kita menikmati buku yang satu ini walaupun ada limaparagraf tertulis ulang dihalaman 35, 36 dan 37. Berikut ringkasannya.

I Barani adalah seorang anak keluarga nelayan yang tinggal disebuah kampung tepi pantai.

I Barani sangat baik hati dibandingkan tiga saudaranya yakni I Kassa sebagai kakak tertua, I Rewa sebagai kakak kedua dan I Gassing sebagai kembaran I Barani yang hanya berbeda lima menit saat lahir ke dunia.

Setelah ayah dan ibunya meninggal, keempat bersaudara ini mewarisi keterampilan ayahnya untuk berlaut mencari ikan.

Hanya saja, I Barani yang selalu mengingat pesan-pesan Amma’ atau Ibunya dan selalu mengalah menghadapi ketiga saudaranya.

Berikut pesan-pesan mendalam dari Ibunya “Laut adalah sumber hidup kita, ambillah yang kalian perlukan tetapi beri mereka kesempatan untuk kembali menyediakan”.

“Mengalah bukan berarti kalah. Mengalah bisa berarti menunggu kesempatan untuk menang dengan cara yang lebih terhormat.”

Dibanding kakak-kakaknya, I Barani sebagai bungsu selalu mendapatkan bagian ikan-ikan yang lebih kecil dari hasil tangkapan bersama.

Namun ada satu ekor ikan kecil yang aneh yang I Barani tidak makan dan ia memeliharanya dan menjadi teman I Buleng atau ayam betina yang ia pelihara sejak menjadi telur.

Ikan aneh yang hidungnya mirip botol itu diberi nama Pung Julung-Julung dan sesuai mimpinya ikan tersebut diberi makanan berupa nasi dan lauk kadal panggang.

Anehnya, setelah diberi makanan, Pung Julung-Julung bertambah besar hingga akhirnya I Barani membawa ke laut karena tidak ada tempat yang bisa menampungnya di rumah.

Selama Pung Julung-Julung berada di laut, I Barani tidak lupa mengunjungi dan memberinya makan. Namun sebelum diberi makan, I Barani harus bernyanyi dulu sebagai penanda ia datang.

Lagunya adalah “Pung Julung-Julung, Maka naik mako mae, Ti’no dandenu, le’ba’ langga padalle’nu”.

Artinya, “Hai Lumba-Lumba maka naiklah kemari, nasi sudah matang, kadal panggang sudah terhidang.”

Setelah diberi makan, Pung Julung-Julung menggiring ikan-ikan ke arah I Barani.

Mulai saat itu, I Barani tidak kesulitan mendapatkan ikan bahkan ia membagi-bagikan kepada penduduk di kampungnya.

Selain mudah mendapatkan ikan, I Barani selalu diajak oleh Pung Julung-Julung dengan duduk dipunggungnya untuk melihat-lihat berbagai pulau dan belajar disana.

I Barani sangat sayang dengan sahabat barunya itu dan ia memberi julukan Sang Guru Lautan.

Sayang kebahagiaan I Barani direnggut oleh kakak-kakaknya yang iri hati. Mereka menangkapnya dan memakannya.

Sisa tulang-belulangnya dibawa I Barani ketepi laut untuk dikubur dengan sedih dan penuh haru karena telah kehilangan sahabatnya yang sangat baik.

Di atas kuburan Pung Julung-Julung, tumbuh pohon yang batang dan daunnya berupa emas serta buahnya berupa berlian.

I Barani tidak menyangka ternyata Pung Julung-Julung masih memberikan kebaikan kepada dirinya dan akhirnya ketiga saudaranya mengakui kesalahannya.

I Barani memafkan kesalahan saudaranya dan pohon emas yang berbuah berlian itu digunakan untuk membangun desanya.(*)

.

Hari Kedua Pembekalan BPSDM RI Wawali Fatmawati Ikuti 4 Materi

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Wakil Walikota Makassar Fatmawati Rusdi menghadiri pembekalan kepemimpinan pemerintahan dalam negeri yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementrian Dalam Negeri...

Polwan Sat Lantas Polres Bone Bagi Masker ke Tukang Becak

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Polwan Sat Lantas Polres Bone menghimbau masyarakat dari kalangan tukang becak agar patuh prokes Covid -19. Himbauan dilakukan dengan membagikan masker di...

Program TMMD ke-112 Dimulai di Desa Watang Kassa Pinrang, Siap Tingkatkan Pembangunan Daerah

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-112 di Kabupaten Pinrang resmi dimulai hari ini, Rabu (15/9). Program ini akan dilaksanakan di Dusun Padangloang, Desa Watang...

Lima hari Kedepan Fatma Ikuti Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi mengikuti pembekalan kepemimpinan pemerintahan dalam negeri yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) gelombang 3 dan...

Guru SMA di Makassar Ditangkap Polisi, Diduga Cabuli Muridnya

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Polrestabes Makassar menangkap seorang guru SMA berinisial SD (27) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Guru tersebut ditangkap karena diduga telah melakukan pencabulan terhadap siswinya...

Kampanye Anti Gratifikasi, KPPN Ingatkan Pengelola Keuangan Soal Ini

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- KPPN Watampone senantiasa mengkampanyekan anti gratifikasi dalam setiap kesempatan bertemu dengan mitra kerja, baik secara tatap muka maupun melalui daring (online). Hal...

.

.

.

Beasiswa Bertajuk Bersama Kelola Alam Adil Lestari Pemimpin Luluskan 58 Calon dari 22 Provinsi

 Beasiswa, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Program beasiswa bertajuk "Bersama Kelola Alam Adil Lestari (BEKAL) Pemimpin" diberikan kepada para Emerging Leader yakni para pemimpin muda ataupun calon pemimpin yang...

Beasiswa Kalla Dibuka, Khusus Domisili Sulawesi, Begini Cara Daftarnya!

Sulawesi, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Yayasan Hadji Kalla membuka pendaftaran beasiswa Kalla tahun ajaran 2021-2022 bagi mahasiswa yang berdomisili di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan...

10 Skill dan Keterampilan Ini Dibutuhkan Mahasiswa di Dunia Kerja!

World Economic Forum (WEF) pada Oktober 2020 lalu merilis artikel terkait 10 skill atau keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja pada tahun 2025 mendatang. 10...

Yuk, Pelajari Berbagai Macam Beasiswa Kuliah yang Perlu Kalian Tahu!

Beasiswa, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Beasiswa pendidikan, saat ini semakin banyak yang telah disalurkan kepada masyarakat. Selain itu pemerintah juga banyak dari pihak swasta. Kemudian cakupan beasiswa...

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

.

Departemen Epidemiologi FKM Unhas Gelar Pelatihan Mobile Data Collection

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Antusias sivitas akademika Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin pada kegiatan Pelatihan Mobile Data Collection (MDC) menggunakan Kobo Toolbox pada awal September...

Pemkab Pangkep Gandeng KNPI dan PMI Vaksin Massal Jenjang SMP

Pangkep, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Pemerintah Kabupaten Pangkep, melaksanakan kegiatan Vaksin Massal untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), pelaksanaan tersebut melibatkan organisasi KNPI dan PMI, di Pelataran Rumah...

Guru Honorer Berusia 57 Tahun Tak Lolos Tes PPPK, Nitizen Minta Bantuan Nadiem

Viral di media sosial, kisah seorang guru honorer berusia 57 tahun yang gagal lolos tes seleksi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Kisah tersebut dibagikan...

Sosialisasi Assesment Clinic HOTS, UNM Target Peningkatan IKU

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar sosialisasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam rangka Revitalisasi LPTK tahun 2021. Rektor UNM Prof. Dr. Ir....

Ini Poin Keputusan Menpan-RB Nomor 1127 Tahun 2021 untuk PPPK Guru 2021

Perlu digarisbawahi, dokumen dengan Nomor 1127 Tahun 2021 ini adalah Keputusan Menpan-RB, jadi bukan Permenpan-RB 1127 Tahun 2021. Keputusan ini diteken Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara...

.